SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro –  Proyek migas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur belum mampu menyerap tenaga kerja (Naker) lokal terlatih secara maksimal. Dari 33 peserta yang lolos pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander maupun sertifikasi di Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sebanyak 18 orang belum dipekerjakan diproyek tersebut.
Sebelumnya, pelatihan sertifikasi sebagai bentuk program Corporate Sosial Responbility (CSR) dari Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu itu ini diikuti 70. Namun hanya 33 peserta yang lolos sertifikasi untuk rigging, welder dan scafolding di Pusdiklat Cepu.
Kabid Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenagar Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, Joko Santoso, mengungkapkan, 33 orang yang yang bersertifikasi tersebut, baru 15 orang yang dipekerjakan. Itu pun sebagian bekerja di luar Bojonegoro.
“Meski kami tidak mengarahkan mereka ke proyek Blok Cepu, tapi sebagian bekerja disana dan sebagian lagi diluar kota,” kata Joko.
Dia menjelaskan, setelah mendapatkan sertifikasi dari Psudiklat Migas Cepu, pihaknya langsung mengirimkan data para pemuda tersebut ke semua operator dan kontraktor migas yang beroperasi di Bojonegoro. Namun hasilanya, ada yang belum membutuhkan dan ada pula yang tidak memenuhi kualifikasi.
“Untuk proyek di EPC 5 Milik Blok Cepu sudah ada yang bergabung. Sedangkan untuk EPC 1 hingga kini belum ada kebutuhan dan di EPC 2 katanya tidak memenuhi kualifikasi,” ungkap Joko.
Kualifikasi yang dimaksud adalah sertifikasi kelas 6G atau Valid Migas certification dengan pengalaman minimal 5 tahun di bidang migas. Sedangkan di Bojonegoro rata-rata baru 3G atau pemula sehingga belum bisa diikutsertakan bekerja di proyek milik Blok Cepu semuanya.
“Tapi bagaimanapun juga banyak yang bersertifikasi mendapatkan pekerjaan di luar Bojonegoro. Itu membuktikan pelatihan dan sertifikasi dibidang migas sangat bermanfaat,” tegas pria berkacamata minus ini.
Joko menyatakan, jika ke depan, MCL akan mengarahkan program CSR untuk pelatihan dan sertifikasi bagi pemuda daerah. Disnakertransos akan mengarahkan semua Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang ada untuk memberikan program CSR yang sama.
“Kemarin dari Pertamina EP Cepu berencana menyampaikan pada kami akan memberikan program yang sama,” imbuh dia. (rien)