SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kebupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) untuk melibatkan warga lokal sesuai kemampuannya dalam proyek unitisasi gas Jambaran-Tiung Biru (TBR) dan Cendana.
“Warga sekitar lokasi proyek harus diprioritaskan. Karena mereka yang pertama kali merasakan dampak dari proyek itu nantinya,” kata Sugiono Ketua Karangtaruna Desa Kalisumber, Minggu (02/06/2013).
Warga ring 1 sumur TBR itu menjelaskan, sejauh ini warga Desa Kalisumber sudah ada yang memiliki sertifikasi dibidang migas. Namun, belum secara maksimal yang dilibatkan. Hanya pada saat pengeboran di TBR-C tahun 2012 silam.
“Ada sekitar 12 warga yang sudah bersertifikasi tentang pengeboran. Khususnya di Rig, Mas,” ungkap dia.
Sugiono menambahkan, dari 2.500 jumlah penduduk Kalisumber, 250 orang berusia produktif. Namun dari penduduk berusia 19 tahun – 35 tahun (produktif) itu, baru sekira 8 orang yang terlibat jadi security di TBR. Sedangkan, selebihnya masih pengangguran. Oleh karena itu, jika unitisasi nantinya dilakukan agar menterlibatkan warga usia produktif itu sesuai dengan keahlihannya masing-masing.
“Saya berharap warga yang belum terlibatkan nanti difikirkan untuk bisanya terlibat agar tidak memunculkan gejolak sosial,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Sumur gas Jambaran itu di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, TBR di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo dan lokasi Cendana di wilayah Kecamatan Padangan. Untuk perlintasannya masuk di wilayah Kecamatan Purwosari dan Kecamatan Gayam.(sam)