SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Gerah dengan kondisi jalur pantura semakin rusak parah, warga Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur menanami pohon pisang tepat ditengah jalur Pantura, Senin (3/6/2013).
Warga mengaku kesal dengan kerusakan jalan itu. Sebab selain berdampak pada kemacetan pengendara yang melintas, juga mengancam keselamatan jiwa warga sekitar. Pasalnya selain kecelakaan yang ditimbulkan, juga karena semakin ramai dan padatnya jalur Pantura sehingga kerapkali sopir melajukan kendaraannya hingga keluar badan jalan.
“Sopir sering melewatkan kendaraan hingga keluar badan jalan, kalau sampai kena rumah warga gimana?,†kata Warjo, salah satu warga yang ada dilokasi kejadian.
Warga menyatakan, tidak mengetahui siapa yang musti bertanggung jawab dalam penyelesaian perbaikan kerusakan jalur Pantura setempat. Hanya saja mereka minta, siapapun yang bertanggung jawab untuk segera mengerti kondisi warga.
“Siapapun itu, baik Pemkab Tuban maupun Propinsi, kita minta segera ada perbaikan secepatnya,†tambahnya.
Beberapa kali dikonfirmasi, Kepala Dinas Pengerjaan Umum (PU) Choliq Chunasiq, mengakatakan, pengerjaan jalur Pantura di Kecamatan Jenu, Kecamatan Tambakboyo, dan Kecamatan Bancar, diperkirakan baru akan rampung pada tahun 2014 mendatang.
“Panjangnya sekitar 22 kilometer, dengan total anggaran 170 Milyar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN),†kata Choliq, kepada SuaraBanyuurip.com. (edp)