Polisi Klaim Tidak Telat Lakukan Penanganan

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Kepolisian Resort Tuban, Jawa Timur mengklaim tidak terlambat melakukan penanganan insiden pembakaran Bus Sinar Mandiri oleh warga di perbatasan Kecamatan Tambakboyo – Kecamatan Bancar, Tuban, Senin (3/6/2013) sore tadi. Pembakaran bus itu terjadi karena banyaknya massa dilokasi kejadian sehingga membuat polisi sulit mengendalikan warga.

“Anggota kami tidak telat, tapi karena terlalu banyaknya massa, anggota kami tidak bisa mengendalikan,” tegas Wakapolres Tuban, Komisaris Polisi (Kompol) Kuwadi, saat berada dilokasi kejadian.

Dia sebutkan, pasca kejadian petugas dari Polsek Tambakboyo dan Polsek Bancar langsung berada dilokasi. Tapi karena massa saat itu berjumlah lebih dari 100 orang, maka petugas yang sudah tiba dilokasi tidak bisa mengendalikan massa yang terlanjur beringas.

Meski begitu, Kuwadi mengaku, sudah menahan satu tersangka berdasar keterangan dari para saksi. Serta sudah mempunyai rekaman video pembakaran dari anggota yang saat itu sudah tiba dilokasi. Selain itu, Sri Utomo (39), warga Desa Karang Turi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jateng, juga sudah ditetapkan tersangka dan ditahan.

Baca Juga :   Kondisi Sosial Ekonomi Gayam Saling Sinergi

“Kita sudah menahan satu tersangka pembakaran, dengan keterangan saksi dan rekaman video kami yakin bisa menetapkan tersangka lain,” tambah perwira dengan melati satu dipundak ini.

Seperti diketahui, Bus bernopol N 7726 UG jurusan Surabaya – Semarang, itu dibakar warga setelah menabrak Kuning (65), warga Dusun Sluki, Kecamatan Desa Margosuko, Kecamatan Bancar, Tuban. Korban meninggal seketika dilokasi kejadian. Sementara 30 penumpang bustelah dievakuasi ke Polsek Bancar dan akan dicarikan kendaraan lain untuk ketujuan masing-masing. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *