SMPN 6 Tuban Jadi Duta Adiwiyata Nasional

smp

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Tuban – SMPN 6 Tuban, Jawa Timur dipastikan menjadi duta lomba  Adiwiyata tingkat nasional. Terpilihnya sekolah yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman No.110 Tuban ini setelah berhasil menyabet adiwiyata terbaik di bumi Ronggolawe dan tingkat Jawa Timur.

“Prestasi ini adalah buah kerja keras dan kebersamaan keluarga besar SMPN 6 Tuban. Tentunya dilevel lebih tinggi harus bisa mewujudkan prestasi yang terbaik,” Kepala SMPN 6 Tuban, Sumijan kepada suarabanyuurip.com, Senin (3/6/2013).

Sumijan menerangkan, sekolah ber-Adiwiyata merupakan program dari menteri lingkungan hidup. Yang mana dilingkungan sekolah dan selama proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menanamkan kepedulian dan berwawasan lingkungan. Emplementasinya, sekolah harus menjaga lingkungan yang bersih, hijau dan bersih dari segala bentuk pencemaran. Karena itu para guru karyawan dan siswa dituntut memiliki jiwa cinta lingkungan yang diejahwentahkan dalam perilaku baik didalam maupun diluar sekolah.

Saat Sumijan mengajak SuaraBanyuurip.com berkeliling, dikompleks sekolah legendaris tersebut sangat tampak lingungan sekolah yang bersih dan ‘mencintai’  lingkungan. Ini bisa dilihat dari lahan yang ada sekitar 65 % merupakan Ruang  Terbuka Hijau (RTH) yang ditumbuhi puluhan pohon besar nan rindang dan hijau.

Disemua halaman kelas terdapat dua tong sampah untuk samapah organik dan anorgonik. Semua tong sampah diberikan tutup agar tidak menimbulkan bau tidak sedap. Secara berkala sampah tersebut oleh para siswa disetorkan ketempat penampungan sampah dihalaman belakang sekolah yang menjadi base camp bank sampah.

“Sampah yang dibawa anak dicatat lalu nanti akan dibayar uang yang diperoleh dari penjualan karya seni anak dari daur ulang sampah,” ungkap Sumijan.

Setelah dikumpulkan dibank sampah, sampah-sampah dari penghuni kelas tersebut kemudian diolah (didaur ulang) kembali sesuai dengan jenis sampahnya. Untuk  sampah plastik dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan seperti tas, tempat pensil, dompet dan sebagainya. Kreasi tersebut  disimpan diruang lingkungan hidup.

“Sedang  untuk jenis sampah dari daun, kertas dan sampah kering lainnya digunakan untuk pupuk kompos,” sergah Mantan Kasek SMPN 3 Semanding ini.

Ditempat pembuangan akhir  yang dinaungi rumah-rumahan tersebut sampah yang telah dipilah dimasukan karung dan ditumpuk sehingga lingkungan tampak bersih. Ditempat tersebut terdapat alat penggilingan sampah untuk pembuatan kompos. Kompos tersebut dimanfaatkan untuk pohon dan kebun bunga di SMPN 6 Tuban.

Di sekolah ini juga terdapat tempat budidaya bunga. Dikebun seluas 5 X 10 meter tersebut dibudidayakan berbagai jenis bunga. Diantaranya bunga anggrek, lily, mawar dan lainnya. Selain bunga juga dibudidayakan tanaman obat keluarga (Toga).

Secara berkala para siswa dibimbing untuk mengenal pemanfaatan jenis Toga tersebut. Sehingga jika sakit bisa memanfaatkan tanaman herbal, bukan obat kimia.

“Bunga-bunga ini yang membudidayakan dan merawatnya anak-anak sendiri. Sehingga bisa berkembang sebanyak ini. Komposnya dari pengelolaan sampah,” ungkap pria asli Widang, Tuban ini sambil mengatakan di SMPN 6 juga terdapat green house dan taman disetiap ruang kelas.

Tak hanya itu, disekolah ini juga memiliki kantin yang cukup bersih. Tidak ada makanan berbahan kimia yang dijual. “Intinya, kesadaran untuk hidup bersih, berwawasan lingkungan (adiwiyata) telah tumbuh berkembang dalam kehidupan keluarga besar SMPN 6 Widang,” pungkas Sumijan. (Adv/tok)

Baca Juga :   Ingin Sekolahkan Anak Pinggiran

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *