Sudah Sebulan Elpiji 3 Kg Sulit Ditemukan

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Selama kurun sebulan terakhir gas elpiji ukuran 3 Kg sulit dicari di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Pemkab setemat tak bisa berbuat apa-apa terkait kelangkaan bahan kebutuhan dasar memasak tersebut.

Di samping sulit menemukan barang, warga juga mengeluhkan tingginya harga elpiji 3 Kg yang mencapai Rp17.000 per tabung.

Dari pantauan di lapangan menyebut, tingginya harga elpiji 3 Kg tersebut merata di seluruh wilayah Lamongan.  Para distributor elpiji mengaku, terpaksa menaikkan harga karena stok yang diterima dikurangi 50 persen. Sedang para penjual elpiji eceran mengaku harga naik karena mengikuti harga kulakan.

Seperti dikatakan distributor elpiji di Kecamatan Turi, Soepriyadi. Menurutnya sejak satu bulan lalu jatah elpiji 3 Kg yang diterimanya dipangkas hingga 50 persen.

“Sebulan ini jatah saya dikurangi separuh mas. Biasanya setiap hari dikirim 75 tabung, sekarang 75 tabung dikirim dua hari sekali, “ terang Soepriyadi, Senin (3/6/2013).

Senada diungkapkan, distributor elpiji asal Deket, Kholis. “Sehari biasanya 100 tabung. Kini dikirim dua hari sekali, “ ungkapnya.

Baca Juga :   Satpol PP Geram Tim Konten Lokal Tidak Tegas

Akibat kelangkaan elpiji 3 Kg tersebut para penjual eceran elpiji banyak yang memainkan harga sesuka hatinya. Harga elpiji pun merangkak dengan kisaran Rp16.000 hingga Rp17.000 per tabung.

“Harga elpiji naik sampai tiga ribu dari biasanya. Sebelum naik Rp14 ribu sekarang Rp17 ribu. Sangat berat mas bagi orang miskin seperti saya,“ keluh Aminah warga desa Prijekngablak.

Menurutnya, uang Rp3.000 sangat berarti baginya karena penghasilan suaminya sebagai penarik becak di Surabaya relatif kecil.

Asisten Perekonomian Pemkab Lamongan, Moch Fais Junaedi, dikonfirmasi melalui ponselnya mengakui jika elpiji masih langka di Lamongan. “Permasalahannya karena alokasi pasokan LPJ 3 Kg tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Fais.

Untuk mengatasi kelangkaan tersebut menurutnya harus ada tindakan nyata dari Pertamina selaku penyedia elpiji.  “Perlu adanya operasi pasar oleh Pertamina melalui agen-agen elpiji 3 kilogram, “ tandasnya. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *