SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Kabar bakal terjadi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ternyata diikuti spekulasi para pedagang barang kebutuhan pokok, di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur untuk menaikkan harga barang dagangannya.
Pantauan dari bebrapa pasar tradisional di wilayah Lamongan menyebut, beberapa hari terakhir harga barang sudah mulai naik. Prilaku pedagang ini mulai berlangsung sejak beberapa hari terakhir.
Seperti di Pasar Kota Lamongan beberapa komoditi yang naik adalah cabe. Jika sebelumnya harga cabe sempat turun Rp18 ribu per Kg, kini menanjak menjadi Rp20 ribu. Harga kemiri AS yang semula Rp85 ribu per Kg melonjak hingga Rp105 ribu. Harga kentang juga semakin mahal dari semula Rp5 ribu per Kg naik hingga Rp7 ribu.
“Harga barang pada naik, Mas. Mungkin menjelang kenaikan BBM banyak pedagang besar yang menimbun barangnya sehingga barang-barang jadi mahal,“ keluh Surtini penjual bumbu di Pasar Kota Lamongan, Rabu (5/6/2013).
Pedagang di pasar Sukodadi juga mengeluhkan naiknya barang-barang pokok tersebut. “Kulaknya mahal, Mas, jadi jualnya ya juga mahal,“ ujar Parti pedagang di pasar Sukodadi.
Namun harga Bawang merah yang sebelumnya harganya menyamai harga daging sapi justru turun. Jika sebelumnya Rp18 ribu per Kg turun menjadi Rp15 ribu. Sedangkan harga bawang putih relatif stabil di kisaran Rp12.500 per Kg.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Lamongan, M Fais Junaedi, dikonfirmasi tentang tren kenaikan harga kebutuhan pokok mengatakan kenaikan belum mengkhawatirkan.
“Gejolak kenaikan harga terjadi bukan hanya di Lamongan namun berskala nasional. Ini biasa terjadi menjelang kenaikan BBM. Namun secara umum tingkat kenaikan harga barang di Lamongan belum begitu mengkhawatirkan, “ terang Fais. (tok)