Buku Pesona Tuban Tawarkan Konsep Pengelolaan Wisata

Puncak HPN Tuban 2017

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2017, Ronggolawe Press Solidarity (RPS) Tuban, Jawa Timur berhasil mengemas opini pelajar tingkat SMA sederajat dalam bentuk buku. Buku setebal 70 halaman ini menawarkan konsep pengelolaan wisata yang apik.

“Alhamdulillah kumpulan opini pelajar kali ini dapat dibukukan,” ujar Ketua RPS Tuban, Khoirul Huda, kepada suarabanyuurip.com, dalam peringatan HPN di puncak Banyulangse, Desa Boto, Kecamatan Semanding, Selasa (21/3/2017).

Huda menilai, pelajar Tuban saat ini mulai memiliki ide segar, kreatif, cerdas, dan kritis. Sebagai pewaris masa depan, putra putri Bumi Wali (sebutan lain Tuban) berani memberi masukan dan menawarkan solusi keberadaan potensi wisata. Tentu dibumbui dengan sudut pandang yang khas sebagai anak pemilik zaman.

Sebagai pelajar, mereka memiliki pemikiran bagus mengenai sudut wisata. Ada keinginan agar Tuban tidak hanya dikenal dengan sejarahnya sebagai kota pelabuhan, melainkan ada usaha mengubah sorot pandangan luar tentang Tuban dari sektor wisata.

Melalui buku ini, Huda berharap semua pihak mulai mendiskusikan potensi wisata yang ada. Sekaligus mengoreksi kelemahan, maupun pemikiran tentang tawaran solusinya.

Baca Juga :   Bawa Kabur Pacar Ditangkap

“Selain ada 10 opini juga ada 13 foto terbaik yang terpilih dari ratusan foto yang diterima RPS,” imbuh pria yang juga wartawan media Harian Bhirawa itu.

Meskipun buku ini menjelaskan tentang guratan alam, budaya, sampai kuliner, Huda juga mengakui masih banyak kekurangan. Kendati demikian, setidaknya bisa menjadi salah satu tonggak kebangkitan literasi di kalangan pelajar.

“Dimulai dari menuangkan ide dan gagasannya tentang wisata, menjadi sebuah karya tulis,” jelas Humas KONI Tuban tersebut.

Bupati Tuban, Fathul Huda, mengapresiasi usaha dari jurnalis yang tergabung di RPS menggali berbagai potensi wisata yang ada. Apalagi ide segar tersebut menggandeng pelajar melalui goretan tintanya.

“Ini bukan pekerjaan ringan apalagi yang menulis opini dari kalangan pelajar,” sambungnya.

Meskipun buku ini sederhana, tapi mampu menjadi motivasi budaya menulis di kalangan pelajar. Lebih dari itu, pemikiran pelajar inilah bakal memunculkan inovasi.

Secara pribadi, orang nomor satu di Tuban ini juga berharap supaya insan pers juga ikut andil dalam pengembangan wisata. Wartawan juga bisa membimbing pelajar dalam menggali ide, yang selanjutnya dituangkan dalam sebuah tulisan.

Baca Juga :   Sehari Jelang Kenaikan BBM Sembako di Tuban Naik

“Kadang idenya bagus namun sulit dituangkan dalam bentuk tulisan,” jelasnya.

Diharapkan budaya menulis harus terus digelorakan, agar ide tersebut bisa tertangkap para pemangku kebijakan. Sekaligus bisa menginspirasi pengembangan potensi wisata yang sudah ada.

“Apalagi sektor wisata satu-satunya karunia yang bisa diperbarui untuk menambah pendapatan daerah,” terangnya.

Selain mempersembahkan buku, RPS dalam puncak HPN kali ini juga melakukan tanam pohon. Dilanjut santunan anak yatim, dan pemeriksaan kesehatan gratis terhadap warga empat desa di Kecamatan Semanding, dan Merakurak. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *