SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Selain Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebelas menteri direncanakan juga akan datang ke Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (11/6/2013). Kedatangan mereka untuk melakukan rapat koordinasi (Rakor) untuk mensingkronisasikan dan mengeksekusi pencapaian target produksi Migas diwilayah Bojonegoro .
Sebelas menteri itu diantaranya Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perhubungan, Menteri Pertanuan, Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusi (HAM), dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).Â
Selain itu juga Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UPK4), Kepal Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), serta Gubernur Jawa Timur dan Jawa Tengah, Bupati Tuban, dan Bupati Blora.
Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Hari Kristianto, membenarkan rencana kedatangan sebelas menteri tersebut. Rencananya sebelas menteri itu akan melakukan rakor di Ruang Angling Dharma membahas produksi migas di Bojonegoro, khususnya produksi puncak Banyuurip, Blok Cepu.
“Informasi sementara yang kita terima dari sekretariat negara sebelas menteri yang akan datang. Kalau Presiden SBY saya belum dapat konfirmasi,” kata Hari kepada suarabanyuurip.com usai melakukan rapat koordinasi dengan Bupati Bojonegoro, Sutoto bersama pejabat dilingkup Pemkab setempat di Rumah Dinas Bupati, Jum’at (7/6/2013).
Dia menerangkan, tujuan rapat nanti adalah untuk menyamakan visi dan persepsi dalam upaya percepatan pencapaian target produksi migas diwilayah Bojonegoro sebagaimana diamanatkan dalam Intruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2012 berikut upaya pemecahan masalah yang dihadapi seluruh pemangku kepentingan. Beberapa masalah yang dibahas adalah tentang pembebasan lahan baik lahan pribadi maupun tanah kas desa (TKD), perijinan ditingkat daerah.
“Juga singkronisasi dan penanganan empat aspek keberhasilan industri migas. Yakni aspek bisnis, teknis, legal dan tata kelola, serta plan of development,” ungkap Hari.
Untuk menyambut sebelas menteri itu Pemkab Bojonegoro telah melakukan beberapa persiapan. Diantaranya melakukan koordinas dengan pejabat pusat untuk memastikan kedatangan para menteri, menyiapkan materi tentang perkembangan pelaksanaan kegiatan migas di Bojonegoro dan koordinasi dengan Polres maupun Kodim untuk pengamanan rombongan.
“Materinya untuk pemaparan besuk sedang disusun pak Fajar Yudhi, kepala sumber daya alam. Nanti kalau sudah siap pasti akan kita sampaikan keteman-teman media,” janji Hari.
Rencananya, salah satu tukar guling tanah kas desa (TKD) yang dibahas adalah TKD Gayam, Kecamatan Gayam, yang hingga kini masih terkatung-katung. Permasalahan itu dinilai pemerintah pusat menghambat pelaksanaan proyek Banyuurip menuju puncak produksi minyak Blok Cepu sebesar 165 ribu barel per hari yang ditargetkan terealisasi pada Agustus 2014 mendatang.
“Untuk rencana kunjungan ke lokasi Banyuurip belum ada informasi yang saya terima. Sebab rakornya besuk itu dijadwalkan sampai sore,” pungkas Hari.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Suyoto, membenarkan kabar tersebut. Hanya saja dia belum dapat memastikan siapa saja menteri yang akan datang ke Bojonegoro.
“Kita masih menunggu kementrian apa saja yang akan dating. Tapi yang pasti kita siap menyambut mereka kapanpun,†tegas Suyoto melalui blackberry messenger (BBM). (rien)