SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Pemkab Lamongan, Jawa Timur menunggu operator Blok Nona, PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP), untuk menindaklanjuti hasil seismik yang dilakukan di wilayahnya. Â Pemkab berharap perusahaan negara itu segera melakukan eksplorasi untuk memompa minyak dari perut bumi Lamongan.
Pertamina EP telah melakukan studi seismik di Lamongan. Seismik yang berakhir pada tanggal 15 Februari 2013 itu, dikabarkan akan segera ditindaklanjuti dengan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.
Sebelumnya Eksternal Relation PT Bama Bumi Sentosa (BBS) mitra kerja Pertamina EP, Yudhi Madjid, mengatakan, akan segera dilakukan eksplorasi besar di wilayah Sukorame (Lamongan) yang menjadi satu paket dari Blok Nona (Bojonegoro, Jombang, dan Lamongan). Jika tidak ada perubahan jadwal eksplorasi akan dilakukan pada tahun 2013/2014.
“Kami sangat menunggu kabar kelanjutan dari hasil seismik yang dilakukan Pertamina EP beberapa waktu lalu. Belum ada kabar sama sekali, “ kata Kabag Humas dan Infokom Pemkab Lamongan, Moch Zamroni, Jumat (7/6/2013).
Jika di dalam perut bumi Kota Soto itu terdapat kandungan migas, Pemkab akan memberikan dukungan penuh dalam proses perijinan hingga eksplorasi dan eksploitasi.
“Jika ada kandungan migas di wilayah Lamongan, tentu itu merupakan berkah tak terhingga bagi Kabupaten Lamongan,†kata juru bicara Pemkab Lamongan ini.
Antusias tersebut sangat wajar mengingat sebelumnya eksplotasi yang dilakukan JOB-PPEJ di sumur migas Gondang I dan 2 di Desa Balongwangi, Kecamatan Tikung tahun 2005 lalu berakhir dengan kekecewaan dengan ditutupnya dua sumur migas tersebut karena kandungan minyaknya kering.
Camat Sukorame, Ermawan, juga mengaku belum ada konfirmasi dari pihak Pertamina EP tentang akan adanya eksplorasi dan eksplotasi minyak di wilayahnya. “Belum ada kabar, Mas, entah benar tidak akan ada eksplorasi migas Pertamina EP di Kecamatan Sukorame,“ kata Ermawan dalam satu kesempatan.
Seperti diketahui PT Pertamina EP telah melakukan seismik dengan teknologi 2 dimensi (2D) maupun 3 D di 11 wilayah Kecamatan(133 desa)Â di Lamongan, yakni : Kecamatan Tikung, Kembangbahu, Sambeng, Mantup, Sugio, Babat, Kedungpring, Modo, Bluluk, Ngimbang dan Sukorame.
Proses seismik di Lamongan dilakukan selama satu tahun dari 14 maret 2012 – 15 Februari 2013. Survey seismik 2D dengan total panjang lintasan sekitar 151.5 km, dengan volume pekerjaan 2.300 TT. Sedangkan untuk seismik 3D menggunakan lahan seluas 522 km dengan volume 23.810TT. (tok)