SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Elpiji 3 Kilogram (kg) atau kerap disebut elpiji melon, kerap terjadi kelangkaan dibebagai daerah sehingga tidak bisa dipungkiri hargapun ikut melambung tinggi, termasuk di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Yang mengakibatkan kondisi tersebut satu diantaranya diduga hotel dan restoran ikut memanfaatkan gas melon tersebut.
Untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan, dari yang seharusnya tabung gas dinikmati oleh warga miskin namun disinyalir hotel dan restoran juga ikut memakainya, Dinas Energi dan Sumber Daya Minerel (ESDM) Blora akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah tempat yang disinyalir menggunakan tabung melon tersebut.
“Sejumlah restoran dan hotel di wilayah Kabupaten Blora akan kita sidak,†kata Djati Walujastono kepada suarabanyuurip.com.
Jika ditemukan terjadi pelanggaran pemakaian, maka akan diberi surat pernyataan dan melakukan pembinaan ditempat. “Supaya tidak lagi menggunakan tabung gas elpiji 3 kg,†ungkapnya.
Seharusnya, lanjut dia, sekelas restoran dan hotel harus menggunakan elpiji 5kg atau 12kg. “Sehingga kelangkaan tidak semestinya terjadi jika yang menggunakannya hanya masyarakat kurang mampu,†terangnya.
Dia menjelaskan, selama ini kerap terjadi kelangkaan Elpiji 3kg di wilayah Kabupaten Blora dan mengakibatkan harga elpiji jauh diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah. Sehingga, menurut dia, Pemerintah dipaksa melakukan penambahan kuota elpiji untuk warga miskin tersebut.
“Kira-kira penambahannya mencapai 10%,†tandasnya. (ams)