SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Sejumlah petani di Kecamatan Merakurak dan Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, mengkhawatirkan kerusakan lingkungan apabila sumur sumber jadi dieksplorasi Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), operator Migas Blok Tuban.
Para petani mengaku, mereka kerap mendengar kabar tentang seringnya gagal panen di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, dan sekitarnya akibat adanya eksplorasi diwilayah tersebut. Kegagalan panen itu menurut mereka diakibatkan kobaran api flare sehingga membuat kondisi tanaman mereka kering dan tidak tumbuh dengan maksimal.
“Yang saya tahu, di Soko itu panas. Kerabat saya ada yang disana,†terang Basar (33), petani asal Desa Sekardadi, Kecamatan Jenu, Tuban. yang mempunyai sawah disekitar sumur Sumber, Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak, Tuban.
Petani lain menyatakan takut apabila ada kesalahan dalam pengoperasian. Seperti bocornya salah satu pipa minyak ditempat tersebut. Mereka katakan, JOB PPEJ juga membuat saluran air (drainase) yang terhubung langsung dengan drainase yang dimanfaatkan petani. Dikhawatirkan, ada minyak yang tercecer kemudian terbawa air dan masuk dipertanian milik warga.
“Kami tidak tahu bagaimana jalannya, tapi takut saja kalau misal ada kesalahan dan minyaknya terbawa air sehingga masuk kesawah,†tambah Satmoko (40), petani lain.
Untuk itu mereka benar-benar berharap agar perusahaan melaksanakan betul faktor keselamatan. Seperti yang mereka dengar saat mengikuti sosialisasi di balai desa beberapa waktu lalu. Karena bagi mereka, apapun bentuk kompensasinya tidak berguna tatkala lahan tempat mereka bergantung sudah tidak bisa digunakan lagi. (edp)