SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Meski harga Bahan Bakar Minyak (BBM) belum naik, namun harga oli pelumas kendaraan bermotor mulai naik hingga 10 persen. Kenaikan itu menjadikan sejumlah pemilik bengkel motor di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kalang kabut.
Data yang dihimpun SuaraBanyuurip.com dilapangan, kenaikan harga oli dan beberapa spare part motor mulai meroket sejak tiga minggu terakhir. Â Harga oli yang mulai naik diantaranya federal oil ukuran 0,8 liter (L) dari harga Rp23.500 ribu naik Rp25.000, federal oil ukuran 1 L dari harga Rp25.000 naik menjadi Rp26.000. Kemudian Olie Enduro Resing (1 L) dri Rp39.000 naik Rp4.7500, Enduro metik dari Rp33.000 melonjak Rp35.000,.
Selain itu oli TOP ONE (1L) dari harga Rp36.750 naik menjadi 37.500, TOP ONE Emce (0,8L) dari harga Rp26.000 naik menjadi Rp27.000. AHM MPX I (0,8L) dari harga26.750 menjadi Rp27.750, AHM MPX II dari harga 28.500 naik menjadi 30.000, Federal Matik (0,8L) dari harga Rp25.000 naik menjadi Rp27.750, Olie Kastrol Power One (1L) dari harga Rp35.000 menjadi Rp37.750.
Selain jenis olie, harga accu juga mengalami kenaikan. Rata-rata Rp4.000 -6000 setiap jenis accu. “Kenaikan harga olie terjadi pada semua merk, Mas. Rata-rata kenaikannya 7-10 persen,†ujar Ratno salah satu pemilik bengkel di Kecamatan Sukodadi.
 Hal yang sama disampaikan Robin,  pemilik bengkel motor dipasar Kecamatan Sekaran. “Kalau sudah naik, mustahil akan bisa kembali normal apalagi turun mas,†timpal Robin bersungut-sungut.Â
Naiknya harga oli diakui Ratno dan Robin menjadikan para pelanggan yang menservis atau ganti oli ditempat mereka sempat kaget.
“Ya gimana lagi, harga kulaknya naik ya terpaksa saya juga naikkan harga,” cetus Robin.
 Diperkirakan harga oli maupun sparepart kendaraan bermotor itu akan melonjak saat harga BBM naik. (tok)