SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Gara-gara menghindari motor yang berhenti di tengah jalan, bus Pahala Kencana Nopol B 7819 IZ jurusan Madura – Jakarta, terguling di area persawahan pinggir Jalur Pantura, tepatnya di Desa Compreng, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (8/6/2013).
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tapi saat ini, belasan penumpang diketahui mengalami luka-luka. Mereka masih berada dilokasi tergulingnya bus menunggu untuk dievakuasi.
Pengakuan dari penumpang, tergulingnya bus yang membawa penumpang dari Bangkalan menuju jakarta ini melaju dari arah Surabaya. Saat melintas di Jalur Pantura, tepatnya Desa Mrutuk, Kecamatan Widang, Tuban. Di depan bus terlihat sepeda motor yang dikendarai seseorang tanpa menggunakan helm berada tepat di tengah jalan.
“Di depan itu ada motor yang melintas di tengah jalan. Entah mau nyebrang apa tidak,” terang Rustama (42), penumpang yang akan kembali ke kediamannya di Kecamatan Cekedung, Kabupaten Indramayu.
Diduga karena takut menabrak motor di depannya, sopir langsung membanting stir ke arah kanan. Hasilnya bus terperosok ke dalam sawah sedalam 3 meter dan langsung terguling kekanan.
“Untungnya tadi sudah siap-siap. Sehingga saya langsung pegang anak dan istri saya,” terang Rohis (29), penumpang lain asal Bangkalan.
Sementara itu sopir bus, Christian SA Wakkary, warga Kelurahan Ujung Menteng, Jakarta Timur, tidak berkomentar banyak mengenai kecelakaan ini. Dia hanya katakan, setelah bus terguling. Motor yang dia hindari langsung kabur dan melarikan diri.
“Motornya langsung kabur, Mas,” jawabnya singkat. (edp)