SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Menteri Sosial (Mensos), Salim Al Jufri Assegaf, mengakui, hingga saat ini masih banyak kesenjangan sosial yang terjadi dikawasan industri. Hal itu diantaranya dikarenakan program corporate social responsibility (CSR) yang dilaksanakan perusahaan tidak tepat sasaran.   Â
“Pada dasarnya ya perusahaan tersebut,†kata Salim ketika ditanya mengenai masih banyaknya masalah sosial diwilayah sekitar industri, Senin (10/6/2013).
Karena itu, dirinya meminta kepada perusahaan untuk menggunakan atau memberikan dana CSR yang tepat sasaran agar bisa langsung dirasakan masyarakat. Kemungkinan lainnya pengusaha tidak mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) yang pas untuk itu.
“Ini tugas Pemda, dan tidak semua harus diselesaikan dengan cara yang represif,†tegas Salim.
Namun untuk meredam gejolak sosial itu perlu diketahui penyebabnya. Apakah masalah sosial itu dikarenakan adanya jarak antara pengusaha dengan masyarakat atau karena adanya faktor lain. Â Seperti kesenjangan yang menyebabkan kecemburuan sosial dan masalah lain yang ada disekitar industri.
“Karena kalau diberdayakan atau dapat lapangan kerja, saya rasa tidak akan ada masalah,†tambah Salim usai mengisi dialog di Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam, Desa Bangilan, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Dia menambahkan, saat ini Kementerian Sosial (Kemensos) melaksanakan program Keserasian Sosial yang dilakukan didaerah-daerah rawan masalah sosial. Sesuai hasil pemetaan yang dilakan, sekarang ini ada sekitar 500 titik didaerah yang sering terjadi konflik.
“Kita punya anggaran untuk 500 titik yang diperuntukkan untuk daerah-daerah rawan konflik,†tambah Salim tanpa menyebutkan berapa jumlah anggaran tersebut. (edp)