Industri Migas, Waspadai Prostitusi Terselebung

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro- Masuknya industrialisasi migas di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat. Sebab selain membawa dampak positif, industri migas juga memberikan dampak negatif salah satu yang perlu diwaspadai adalah perubahan gaya hidup.

“Apalagi banyak ekspatriat yang datang ke Bojonegoro, jangan sampai adat kebarat-baratan dibawa kesini,” kata Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono.

Ketua DPC Partai Gerinda Bojonegoro ini mengungkapkan, dampak negative yang perlu diantisipasi sejak dini adalah prostitusi terselubung yang melibatkan perempuan bahkan Anak Baru Gedhe (ABG). Hal itu sangat berpeluang terjadi karena ada faktor yang mendukung.

“Nah, ini yang perlu kita waspadai, soalnya ada beberapa sms dari masyarakat adanya praktek prostitusi terselubung tapi tidak terbukti,” tegas Setyo, mengungkapkan.

Purnawirawan TNI ini menghimbau kepada perempuan di Bojonegoro khususnya yang masih remaja agar tidak menjadi korban Ahmad Fathonah versi Bojonegoro. Oleh sebab itu perlu ada perhatian semua pihak melalui pendidikan formal maupun informal disekolah dan dilingkungan keluarga.

Baca Juga :   Dari Target Rp6,6 Miliar, Pajak Hotel Bojonegoro Baru Terealisasi Rp451 Juta

“Semoga industri migas yang semakin berkembang bisa memberi manfaat bagi semua,” pungkas Setyo.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *