SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan -Rumah camat Bluluk, Kabupaten Lamongan, JawaTimur, Sujai disatroni perampok. Pelaku menggasak sejumlah perhiasan dan menganiaya, Kasmu’ah, istri korban.
Informasi yang didapat SuaraBanyuurip.com, peristiwa sadis itu terjadi Rabu (12/6/2013), sekira pukul 16.30 WIB kemarin.  Saat itu rumah Sujai di Dusun Talun, Desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi dalam keadaan sepi. Sujai dan anak lelakinya sore itu sedang menonton pertandingan sepakbola Persela Lamongan melawan Pekanbaru di stadion Surajaya Lamongan. Sedang anak perempuannya sedang kuliah.
Sementara, Kasmu’ah,  yang sore itu berada dirumah sendirian hendak keluar rumah untuk membayar arisan. Sebelum keluar rumah Kasmu’ah telah mengunci rapat pintu rumahnya.
Saat rumah dalam kondisi sepi itulah diduga pelaku masuk rumah dengan mencongkel pintu depan rumah korban. Namun belum lama beraksi, tiba-tiba Kasmu’ah kembali pulang kerumah karena tidak jadi arisan.
Saat masuk kedalam rumah, Kasmu’ah terkejut mendapatkan orang tak dikenal berada dirumahnya. Namun Kasmu’ah tidak sempat berteriak meminta tolong warga. Karena tiba-tiba pelaku memukul tengkuk dan ulu hatinya berulang kali. Mendapat pukulan bertubi-tubi itu, ibu dua anak itu langsung jatuh pingsan.
Melihat korbannya pingsan, pelaku langsung mempreteli perhiasan ditubuh Kasmu’ah diantaranya yaitu gelang senilai Rp3,5 juta, cincin senilai Rp2 juta dan uang Rp180 ribu yang hendak dibuat bayar arisan.
Belum puas dengan hasil yang didapat,  pelaku masih mencari barang-barang berharga lainnya dikamar korban. Namun belum lama mengobok-obok rumah, Kasmu’ah sadar dari pingsan. Korban langsung berteriak sekencang-kencangnya mencari pertolongan.
Mendengaran teriakan korban, beberapa tetangga berdatangan ke rumah korban. Namun pelaku keburu lari lewat pintu belakang rumah. Oleh para tetangga Kasmu’ah lalu dibawa kerumah sakit NU Lamongan.
Kasubag Humas Polres Lamongan, AKP Umar Dami, membenarkan peristiwa perampokan itu. Menurutnya petugas masih memburu pelaku. “Pengejaran terus dilakukan petugas, “ kata Umar Dami, kamis (13/6/2013)
Camat Sujai saat dikonfirmasi SuaraBanyuurip.com melalui ponselnya hingga berita ini ditulis belum memberikan balasan. (tok)