SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Jalan sekitar lokasi proyek unitisasi lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (TBR) tepatnya di Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur rusak berat. Kawasan jalan ini sebenarnya termasuk jalan poros kecamatan yang menghubungkan Kecamatan Purwosari dengan Kecamatan Ngambon.
Pantauan di lokasi menyebutkan, kerusakan jalan poros kecamatan sepanjang sekira 15 kilo meter (Km) itu hampir di sepanjang jalan. Mulai wilayah Kecamatan Purwosari hingga Ngambon. Banyak badan jalan yang rusak berlubang, sehingga membuat kondisinya rawan kecelakaan bagi pengendara sepeda motor.
Seorang warga Desa Ngrejeng, Purwosari, Sujarwo, mengatakan, kerusakan jalan poros kecamatan itu dimulai dari Desa Pojok, Sedah, Punggur, Tlatah, Ngrejeng, hingga masuk Desa Pelem. Sedangkan kerusakan yang masuk wilayah Kecamatan Tambakrejo mulai desa Dologedhe, Mulyorejo, Sendangrejo, dan desa Kacangan hingga wilayah Kecamatan Ngambon.
“Jalan poros kecamatan ini pernah diperbaiki tambal sulam pada bulan sembilan tahun 2012 silam, Mas. Sekarang sudah rusak parah lagi,” kata Sujarwo, Jumat (14/06/2013).
Dia jelaskan, hingga saat ini kerusakan jalan itu belum dilakukan perbaikan lagi. Sehingga, membuat kondisi rawan kecelakaan bagi pengguna jalan yang melewatinya. Oleh karena itu, Pemkab Bojonegoro melalui dinas terkait harus segera melakukan tindakan untuk membangun jalan tersebut.
“Badan jalan sudah banyak yang berlubang. Apalagi kondisi malam sehabis hujan kubangan tergenangi air membuat jalan licin dan rawan terjadi kecelakaan,” jelasnya.
Dia harapkan, Dinas PU Bojonegoro segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Agar, arus trasfortasi Purwosari-Ngambon kembali lancar.
“Saya tidak menyalahkan siapapun. Yang terpenting jalan segera diperbaiki itu saja, Mas,” ungkap Sujiono pengendara sepeda motor yang mengaku warga asal Ngraho yang melintas di jalan rusak tersebut.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PU Bojonegoro, Andi Tjandra, Â melalui pesan pendek Jumat (14/06/2013) terkait kerusakan jalan yang dikeluhkan warga tersebut hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.(sam)