SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban –  Menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang direncakan, Minggu (17/6/2013) besuk, membuat pedagang besar di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, panik. Mereka mulai menaikan harga barangnya.
Sejumlah pedagang dipasar-pasar tradisional Tuban juga mulai menaikan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako). Kenaikan harga sembako ini meningkat drastis hari ini karena dua hari sebelum rencana pengumuman kenaikan harga Sembako ini dinilai wajar.
“Kemarin harganya sudah naik, tapi terlalu besar,†kata Mulyono (42), salah satu pedagang Sembako di Pasar Baru Tuban.
Dia kemudian mencontohkan, untuk harga beras dari harga semula Rp8.000 per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 8.200 per kilogram. Sedang bahan-bahan lain seperti minyak goreng kemasan yang awalnya seharga Rp20.5000 per liter, sekarang naik menjadi 22.000 per liter.
“Kalau untuk minyak goreng curah sekarang menjadi 9.500 dari harga sebelumnya yang hanya 9.000 per liter,†ungkap Mulyono.
Begitu juga untuk harga cabai berbagai jenis juga mengalami kenaikan. Dari harga Rp26.000 per kilogram menjadi Rp28.000 per kilogram. Kemudian bawang merah dari harga Rp25.000 per kilogram sekarang menjadi Rp26.000 per kilogram.
“Untuk bahan lainnya harga masih sama,†tambahnya.
Sementara itu, pedagang lainnya mengaku, jika kenaikan bahan pokok ini sebenarnya lazim terjadi ketika menjelang puasa. Tapi karena adanya isu kenaikan BBM, sehingga kenaikan harga terjadi jauh hari sebelum bulan ramadhan datang.
“Biasanya saat akan puasa baru naik. Karena BBM mau naik, maka transportasi saat ini juga sudah mulai memasang biaya lebih,†sambung Tasripan, pedagang lain.(edp)