SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga Desa Kalitidu, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur meminta agar pertigaan Kalitidu dibangun traffick light (lampu merah). Sebab selain arus diwilayah ini padat, pertigaan itu akan dijadikan akses utama mobilisasi pipa minyak Sumur Banyuurip, Blok Cepu.
Sejumlah warga yang ditemui disimpang tiga Kalitidu, mengatakan, arus lalu-lintas dikawasan itu sangat padat. Meskipun sudah dipasang rambu-rambu peringatan. Namun, hal itu seakan tak dihiraukan oleh pengguna jalan. Karena, selain jalur poros Kecamatan Kalitidu-Ngasem juga merupakan jalan utama jalur Bojonegoro – Padangan.
“Dinas perhubungan sudah layak memasang traffic light disimpang tiga tersebut. Sehingga, dapat mengurangi terjadinya kemacetan maupun kecelakaan,” ungkap Noer Kholis, warga Desa Kalitidu, Minggu (16/06/2013).
Senada disampaikan Rusdi, salah satu pengojek yang mangkal di pertigaan Kalitidu. Dia mendukung dengan pemasangan traffic light dipertigaan Kalitidu seperti yang sudah dipasang diperempatan Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, jalur menuju sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu agar arus lalu lintas tetap terjaga kelancarannya.
“Saya hanya mengingatkan saja, Mas. Karena, sekira 100 meter kearah selatan dari pertigaan Kalitidu juga terdapat portal lintasan rel Kereta Api (KA). Saya yakin dengan adannya lampu merah minimal bisa mengurangi kemacetan arus lalu-lintas yang rawan kecelakaan bagi pengguna jalan dijalur ini,” sambung Rusdi, yang mengaku warga desa Wadang, Kecamatan Ngasem.(sam)