Jalan ke Lokasi Gas Jambaran Rusak

ngadiluwih-2

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Jalan sekitar lokasi proyek unitisasi lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (TBR) tepatnya jalan penghubung antara Desa Ngadiluwih ke desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur rusak berat. Kawasan jalan ini sebenarnya termasuk jalan poros kecamatan yang menghubungkan Kecamatan Ngasem dengan Kecamatan Gayam.

Pantauan di lokasi menyebutkan, kerusakan jalan poros kecamatan sepanjang sekira 4 kilo meter (Km) itu hampir di sepanjang jalan. Mulai wilayah Ngadiluwih hingga Bandungrejo ring 1 sumur gas Jambaran. Banyak badan jalan yang hancur sehingga membuat kondisi warga kesulitan untuk melewatinya.

Seorang warga Ngadiluwih, Ulfa, mengatakan, kerusakan jalan poros desa yang masuk wilayah Perhutani itu kondisinya sangat parah. Sehingga, membuat warga petani kesulitan untuk membawa hasil panennya. Karena, banyak badan jalan yang berlubang dan penuh dengan air bercampur lumpur.

“Jalan poros desa ini pernah diperbaiki diurug pedel sekira tahun 2011 silam, Mas. Sekarang sudah rusak parah lagi,” kata Ulfa, Senin (17/06/2013).

Dia jelaskan, hingga saat ini kerusakan jalan itu belum dilakukan perbaikan lagi. Sehingga, membuat kondisi petani sekitar yang menggunakan lahan perhutani mengeluh. Karena, kesulitan untuk mengangkut hasil panennya.

Baca Juga :   AKD Gayam : Pabrik Methanol Akan Ciptakan Lapangan Kerja dan Usaha

“Badan jalan sudah banyak yang berlubang. Apalagi kondisi malam sehabis hujan kubangan tergenangi air membuat jalan licin dan rawan terjadi kecelakaan,” jelasnya.

Dia harapkan, baik perusahaan migas maupun Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bojonegoro segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Agar, arus trasfortasi warga petani desa Ngadiluwih – Bandungrejo kembali lancar.

“Saya yakin, meski jalan itu milik Perhutani asal saling berkoordinasi dengan baik pasti bisa dilakukan pembangunannya. Lain itu, masa punya sumber migas jalannya kok hancur kan memalukan, Mas,” sambung Yasir petani yang mengaku warga asal desa Dukoh Kidul, Kecamatan Ngasem tersebut.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *