Mahasiswa Duduki Radio Pemkab Bojonegoro

Demo HMI

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Gelombang unjuk rasa penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga dilakukan aktifis mahasiswa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bojonegoro itu menduduki Radio Malwopati, milik pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat, Senin (17/6/2013). 

Maha siswa yang berjumlah sekira 10 orang itu memaksa masuk studio Radio Malwopati untuk melakukan siaran langsung menyampaikan tuntutannya. Setelah bernegoisasi, akhirnya pejabat di Radio Malwopati memenuhi tuntutan mahasiswa. Ada tiga perwakilan yang diperbolehkan melakukan siaran langsung yang dipandu salah satu penyiar radio setempat.

“Kami ingin menyampaikan melalui radio ini agar masyarakat luas mengetahui jika kenaikan BBM ini akan membuat harga-harga juga naik. Ini sangat mensengsarakan rakyat,” tegas Koordinator Aksi HMI Bojonegoro, Saifudin.

Ada beberapa tuntutan yang diusung mahasiswa dalam unjuk rasa penolakan BBM ini. Yakni menuntut kepada pemerintah membenahi kebijakan energi yang mengutamakan ketahanan energi, melakukan disversifikasi energi, membangun infrastruktur energi secara kokoh, memperbaiki sistim transportasi masal, meningkatkan lifting minyak.

Baca Juga :   Pemdes Katur Bangun Jalan Usaha Tani

Selain itu, mereka juga meminta agar dilakukan audit efesiensi impor BBM dan hedging harga BBM, melakukan real time monitoring lifting, lebih serius mengolah kilang minyak dalam negeri, membuat target jelas pembangunan kilang dan SPBU, memperbaiki kinerja BUMN energi, serta meningkatkan lifting minyak bumi.

“Jika pemerintah tetap menaikan BBM, Presiden harus turun,” teriak Saifudin yang terus membakar sekira 10 aktifis HMI dihalaman Radio Malwopati,

Sebelumnya, aksi sama juga dilakukan Aliansi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bojonegoro. Mereka melakukan longmarch dari Bundaran Adipura, Kelurahan Sumbang, Kecamatan Kota Bojonegoro menuju Gedung DPRD setempat. Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *