SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta kepada operator sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) untuk lebih meningkatkan keterlibatan warga sesuai keahliannya di proyek pengembangan sumur Banyuurip.
Warsito, warga Gayam, mengatakan, sebelum rencana pengerjaan proyek pengembangan lapangan sumur Banyuurip MCL harus lebih serius lagi dalam memikirkan kondisi warga sekitar lokasi. Salah satunya adalah terkait dengan keterlibatan warga Gayan yang merupakan desa ring satu.
“Keterlibatan warga ring satu harus dimaksimalkan. Karena, sebagai warga terdampak langsung,” ungkap Warsito ditemui di sekitar lokasi well pad C, Senin (17/06/2013).
Dia jelaskan, selain keterlibatan warga, juga meningkatkan pengembangan infrastruktur yang ada di desa sekitar. Termasuk peningkatan infrastruktur yang ada di Desa Gayam.
“Salah satu contohnya adalah saluran air yang ada di jalan perempatan Gayam ke selatan menuju Kantor Camat Gayam sepanjang satu kilo meter tersebut,” jelas Warsito.
Dibagian lain, Kepala Desa Gayam, Pujiono, menyadari jika kebutuhan tenaga kerja dengan peminat warga untuk dilibatkan tidak sebanding. Namun demikian, warga Gayam harus diprioritaskan keterlibatannya dalam pengerjaan proyek pengembangan sumur Banyuurip nantinya.
“Kurang lebih 5.000 penduduk Gayam. Untuk usia produktifnya sekira 2.500 orang. Dari total usia produktif itu, meski tidak keseluruhan minimal 500-nya harus diperhatikan keterlibatannya,” ungkap Pujiono saat sosialisasi pengembangan lapangan Banyuurip beberapa waktu.(sam)Â