SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Gabungan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, Jawa Timur, Rabu (19/6/2013). Mereka menuntut wakil rakyat ikut menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Rabu (19/6/2013).
Dalam aksinya puluhan massa membentangkan sejumlah poster berisi penolakan kenaikan harga BBM dan minta agar wakil rakyat juga menyerukan penolakan sama seperti mereka.
“Karena menaikkan harga BBM itu sama dengan mendzalimi rakyat kecil,†kata Koordinator Aksi, Alfian, melalui orasinya.
Selain itu, mereka juga mengkritik pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang akan mengganti subsidi BBM dengan pemberian bantuan langsung kepada masyarakat miskin (BLSM). Cara ini dinilai tidak akan menyelesaikan masalah, tapi justru akan menjadikan mental masyarakat menjadi peminta-minta.
“Untuk itu kami minta agar pemerintah membatalkan kebijakan itu,†tambah demonstran lainnya.
Puas berorasi, mereka kemudian dipertemukan dengan Ketua DPRD Tuban, Kristiawan. Kepada demonstran, Kristiawan enggan berpendapat lebih banyak. Hanya mengatakan akan menyampaikan masalah ini kepusat.
“Kalau hasil keputusan sudah dilakukan pengesahan. Sehingga kami hanya lakukan penghimbauan, tidak bisa untuk membatalkan,†tegas Kristiawan.
Hingga saat ini, belasan mahasiswa dari Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) masih bertahan digedung DPRD Tuban, mereka tidak akan membubarkan diri sebelum ada anggota DPRD Tuban yang mau tandatangan penolakan kenaikan harga BBM. (edp)