SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan– Rencana kenaikan harga BBM bersubsidi ternyata belum berimbas pada kenaikan harga-harga komoditi di pasar tradisional.
Sejumlah pedagang di beberapa pasar  tradisional di Lamongan saat dikonfirmasi Suara Banyuurip.com harga-harga di pasaran cenderung stabil. Saat ini yang harganya naik signifikan adalah komoditi sayuran. Namun, kenaikan itu lebih karena siklus tahunan menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 2013.
“Kenaikan harga menjelang Ramdhan dan Hari Raya (Idul Fitri) ini sudah setiap tahun rutin terjadi. Saya jualan sudah lama. Jadi sudah hafal kalau menjelang puasa dan hari raya harga-harga biasanya memang naik. Kalau (kenaikan harga) karena rencana BBM kok belum ada ya, “ kata Rumiyati pedagang di Pasar Sidoharjo.
Dia kemudian mencontohkan komoditi cabe rawit yang naik menjadi Rp27 ribu perkilogram. Padahal biasanya cabe jenis ini dijualnya dengan harga Rp15 ribu perkilogram.
Sayuran lain yang harganya naik cukup tinggia adalah sayuran seledri. Biasanya, sayuran yang biasa dicampurkan di kuah sup ini hanya Rp8 ribu perkilogram. Kini sudah naik menjadi Rp17 ribu perkilogram.
Pantauan di Pasar Babat, Pucuk, dan Sukodadi harga sayuran melonjak dengan kisaran harga yang sama disetiap pasar.
Terkait kenaikan sejumlah komoditi ini, Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskopindag) setempat sudah menyiapkan operasi pasar untuk menjaga kestabilan harga. Juga agar meskipun terjadi kenaikan, agar tidak terlalu signifikan.
Diungkapkan Kadiskopindag Aris Wibawa, sejak 15 Juni lalu hingga 5 Agutus di gelar operasi pasar di Pasar Sidoharjo, Babat, Blimbing/Paciran dan Mantup. Komoditi yang dijual di bawah harga pasaran adalah gula pasir, beras, minyak goreng dan terigu.
Dalam operasi pasar itu, ungkap dia, gula pasir lokal yang saat ini harga pasarannya sekitar Rp11.500 perkilogram, dilabeli harga Rp10 ribu perkilogram. Kemudian beras dijual dengan harga Rp7.350 perkilogram. Sementara harga pasarannya mencapai Rp7.900 perkilogram.
Sedangkan minyak goreng curah yang harga pasarannya mencapai Rp9.500 perkilogram, di operasi pasar harganya hanya Rp7.500 perkilogram. (tok)