SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Menjelang pengumuman kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Ronggolawe Press Solidarity (RPS) mengibarkan bendera setengah tiang di halaman Balai Wartawan Jalan Pramuka No.32 Tuban, Jawa Timur, Jumat (21/6/2013) siang. Aksi ini sebagai bentuk protes atas rencana pemerintah menaikan harga BBM jenis solar menjadi 5.500 per liter dan premium Rp. 6.500 per liter.
“Kita berduka cita atas matinya hati nurani pemerintah pusat yang berencana menaikan harga BBM tanpa memperhitungkan nasib rakyat kecil,” ujar Ketua RPS Tuban, Khoirul Huda kepada SuaraBanyuurip.com.
Sebelum melakukan aksi, sejumlah wartawan sempat terlibat diskusi sejak Jumat pagi. Mereka membicarakan pro dan kontra rencana kenaikan BBM bersubsidi yang akan diberlakukan mulai Sabtu pukul 00:00 nanti.
Dari pembicaraan tersebut, kemudian terwujudlah aksi yang diikuti para wartawan media cetak, elektronik, dan online. Diawali dengan membaca puisi, para wartawan kemudian menurunkan bendera yang ada di halaman menjadi setengah tiang.
“Intinya kita prihatin dan sepakat menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi,” tegas wartawan Harian Bhirawa ini.
Menurut Huda, dampak kenaikan BBM bersubsidi akan mempengaruhi melonjaknya harga sejumlah kebutuhan pokok. Akibatnya dampak kenaikan BBM akan dirasakan semua kalangan masyarakat menengah ke bawah. Tak terkecuali kalangan wartawan yang secara pendapatan tergolong pas-pasan.
“Dampaknya akan besar bagi rakyat, setiap berada dilapangan dan melakukan liputan, kami selalu mendengar rakyat mengeluh,” ungkap Huda. (edp)