Karyawan SPBU Minta Gaji Naik

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Para karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lamongan, Jawa Timur mengharapkan kenaikan gaji setelah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik. 

Kenaikan harga BBM berdampak domino dengan ikut melambungnya harga komoditi kebutuhan kluarga. Utamanya harga-harga Sembako. Kondisi tersebut dirasakan sangat memberatkan bagi para karyawan SPBU di Lamongan, karena gaji yang diterima mereka tidak menjangkau melejitnya harga-harga di pasaran.

Sejumlah karyawan dibeberapa SPBU Lamongan mengharapkan dengan naiknya BBM maka pemilik SPBU menaikkan gaji mereka. “Kami mengharapkan bos (pemilik SPBU) bisa menaikkan gaji karyawan, Mas, “ kata Sopyan penjaga SPBU 54.622.03 Pucuk kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (22/6/2013).

Melambungnya harga-harga barang di pasaran menurutnya dirasa sangat memberatkan dengan jumlah gaji yang diperoleh selama ini. Belum lagi dengan biaya pendidikan anak,  dan kebutuhan keluarga lainnya.

Diakuinya,  gaji karyawan SPBU mengacu pada Upah Minimum Kabupaten (UMK) bukan pada UMR. Padahal UMK di Lamongan masih rendah dibawa Rp2 juta.

“Sekarang hidup harus lebih empet-empetan  (prihatin), Mas, karena itu kami mengharapkan bos menaikkan gaji karyawan,“ harap Sopyan.

Baca Juga :   FSO JOB P-PEJ Tampung 30 ribu Barel

Menurutnya para karyawan sudah menyampaikan secara lisan permohonan kenaikan gaji kepihak managemen SPBU, namun belum ada tanggapan positif.

Harapan serupa disampaikan karyawan SPBU Plaosan Ridwan. “Ya mengharap saja, Mas, semoga gajinya bisa naik,“ ujar Ridwan. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *