SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Maraknya tradisi kupatan (membuat ketupat) di tengah-tengah masyarakat Jawa saat masuk Nifsu Sya’ban, membawa berkah tersendiri bagi penganyam ketupat yang ada di Tuban, Jawa Timur, Minggu (23/6/2013).
Mereka bisa mempunyai pendapatan lebih, karena menjual selongsong ketupat, yang mereka buat dari daun rontal Siwalan. Pula dengan bahan daun kelapa yang masih muda yang biasa disebut Janur.
“Ini dari Janur (Rontal) Bogor (pohon siwalan), bukan dari kelapa, Nak,†kata Lasminah (60), penjual selongsong ketupat, asal Desa Kowang, Kecamatan Semanding, Tuban. saat berada di Pasar Baru Tuban.
Lasminah menyatakan, daun Rontal inilah yang membuat bau khas yang lain dari ketupat di Tuban. Sebab daun Rontal, terkenal harum ketika sudah dianyam menjadi ketupat, kemudian diisi dengan beras yang kemudian dimasak.
“Jadi baunya harum, Nak,†tambah nenek ini.
Dia tambahkan, hanya menjual selongsong ketupat di pasar karena saat ini banyak keluarga yang terlalu sibuk. Sehingga tidak mau repot dengan menganyam ketupat. Mereka lebih memilih membeli selongsong saja dan memasaknya di rumah.
Saat ini, pedagang menjual selongsong ketupat ini dengan kisaran harga Rp1.000 untuk satu ketupat. Tapi, biasa dijual per ikat, dengan harga sekitar Rp10.000 untuk 11 anyaman ketupat.
Lainnya, saat ini juga marak keluarga mencari pesanan ketupat jadi dan siap makan. Mereka memesan kepada seseorang untuk dibuatkan ketupat. Juga dititipkan sejumlah bahan agar ketupat tersebut dimasakkan sekaligus. (edp)