SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pemkab Tuban, Jawa Timur mengklaim penambangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) adalah pertambangan yang paling aman dibanding jenis pertambangan lain.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, Heri Prasetyo S, saat ditanya mengenai banyaknya rencana pengelolaan sumur Migas di Bumi Ranggalawe ini. Heri mencontohkan, pertambangan Migas lebih aman daripada pertambangan mineral, dan juga batu kapur. Serta beberapa pertambangan lain yang ada.
“Asal cara ngebor benar, pertambangan Migas itu yang paling aman, Mas,†kata Heri, kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (24/6/2013).
Dia ungkapkan, saat ini Dana Bagi Hasil (DBH) Kabupaten Tuban yang diperoleh dari produksi Migas semakin sedikit. Imbas dari menurunnya produksi Migas, di sumur Mudi, yang dikelola oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), serta sumur yang ada di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, yang dikelola oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP).
“Sepanjang tidak ditemukan sumber Migas baru., maka DBH semakin turun karena sumur yang sudah ada saat ini produksinya semakin menurun,†kata Heri.
Diketahui, saat ini baru ada dua sumur Migas yang masih berproduksi. Yaitu sumur Mudi, di Kecamatan Soko dan Sumur Desa Banyuurip di Kecamatan Senori. Sementara itu, saat ini juga masih ada sumur Migas yang masih dalam tahapan bor eksplorasi, yaitu sumur Sumber yang akan dikelola JOB PPEJ.
Lainnya, juga ada rencana pengeboran di sumur yang ada di Dusun Tawun, Desa Tuwiwiyan, Kecamatan Bangilan serta di Dusun Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan Tuban. Sumur dikedua tempat ini, akan dikelola PEP dengan melakukan kerja sama dengan PT Tawun Gegunung (Barito Pasific Group). (edp)