Warga Nglandeyan Tunggu Eksplorasi Sumur Pilang

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Masyarakat Desa Nglandeyan, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah menunggu kepastian eksplorasi Sumur Minyak Pilang oleh Mobil Cepu Limited (MCL). Sebab sejak kedatangan anak perusahaan ExxonMobil pada 2010 silam, sampai sekarang belum ada tanda-tanda kegiatan lanjutan.

Kepala Desa Nglandeyan, Mulyana, mengatakan, sampai saat ini warga masih sering bertanya terkait kelanjutan kegiatan di sumur minyak Pilang pasca kedatangan Tim dari MCL tiga tahun silam. Dimana pada waktu itu, Tim MCL datang ke Desa Nglandeyan dengan membawa kabar bahwa di Pilang terdapat kandungan minyak yang cukup besar.

“Mereka juga bilang kalau nanti sebagai operatornya. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan prospek kedepannya,” ujar Mulyana.

Selain menginformasikan kandungan minyak, kedatangan MCL ke Desa Nglandeyan juga memberikan hasil Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Lapangan Pilang. “Buku amdalnya sangat tebal, sehingga mulai saat itu masyarakat menaruh harapan besar rencana ekplorasi maupun eksploitasi sumur minyak di sini. Paling tidak bisa ikut bekerja didalamnya maupun ada imbas pembebasan lahan dengan harga yang sesuai harapan mereka,” kata Mulyana, menerangkan.

Baca Juga :   Anggap Hanya Persoalan Administrasi

Mulyana mengaku, sudah beberapa kali menghubungi salah satu tim dari MCL tersebut. Namun belum bisa memberikan kejelasan.

”Saya juga bingung harus jawab apa pada setiap warga yang selalu bertanya,” imbuhnya.

Dia berharap, MCL segera memberi kabar tentang kejelasan tindak lanjut kegiatan di Lapangan Pilang karena warga sudah tiga tahun menunggu.

“Kadang rasa pesimis itu muncul, karena untuk lokasi migas lainnya seperti lapangan Giyanti yang operatornya MCL sudah selesai tahap pembebasan lahan, namun belum ada aktivitas lanjutan,” pungkas Mulyana.(ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *