Carry Tabrak Tronton Satu Keluarga Tewas

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Satu keluarga tewas dalam sebuah kecelakaan maut di Jalan Raya Karangtinggil, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur,  Kamis (27/6/2013) siang. Tiga orang tewas di lokasi kejadian dan satu orang  meninggal dalam perjalan ke rumah sakit Muhammadiyah Lamongan.

Tiga korban yang tewas di lokasi kecelakaan adalah  Awal Bakhtiar (46), Nur Aulia (15),  Wiwit Septiani (42) . Sedangkan seorang korban,  Nur Imam Hidayat (14) meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Semuanya merupakan warga Perumahaman  PKBR B 05 Pangentingan RT 03 RW 03 Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kecelakaan tragis itu berawal ketika mobil  Suzuki Carry warna merah hati bernopol P 1752 D yang dikemudikan Bakhtiar melaju kencang dari arah timur tepat berada diruas jalan sebelah selatan. Laju kendaraan yang dikemudikan awalnya normal dan tidak oleng. Namun, saat  mendekati Jalan Raya Karangtinggil, tiba-tiba mobil carry yang ditumpangi empat orang anggota keluarga itu menukik tajam mengambil jalur kiri hingga keluar bahu jalan.

Naasnya, dibahu jalan terdapat truk tronton bernopol L 9265 UK yang dikemudikan Imam Syafi’I (41), warga Jalan Raya Gading , RT.1, RW.5, Belawang, Malang, sedang parkir. Karena laju mobil Carry terlalu kencang akhirnya tak dapat menghindar.

Baca Juga :   Bojonegoro Miliki 68 Desa Tangguh Bencana

Mobil Carry itu menghantam keras bagian belakang truk tronton. Meski begitu truk tronton bermuatan berat itu tak bergeser sedikitpun. Sementara Mobil Cary ringsek dan tergencet hingga dibawah box truk tronton.

Akibatnya, empat orang penumpang Mobil Carry tergencet didalam mobilnya yang ringsek. Satu orang berhasil dieavkuasi warga dan diletakan di pinggir jalan dalam keadaan tak bernyawa. Sedangkan evakuasi tiga orang lainnya cukup lama karena posisi mereka tergencet mobil dibawah box tronton ekspdisi Margono.

Proses evakuasi sempat memacetkan jalur besar Babat – Surabaya sekitar 30 menit.  Tiga orang kemudian akhirnya berhasil dievakuasi, namun dua diantaranya sudah tak bernyawa. Sedangkankorban, Nur Imam Hidayat (14), masih bernyawa dan langsung dilarikan ke rumah sakit Muhammadiyah. Namun naas, belum sampai rumah sakit korban sudah meninggal.

Seorang petugas Polantas dari Pos Polantas Pucuk yang enggan disebut namanya ketika dikonfirmasi memperkirakan kecelakaan maut tersebut terjadi karena sopir mengantuk.

“Kemungkinan besar sopirnya mengantuk mas,” ujar petugas Satlantas di lokasi kejadian. (tok)

Baca Juga :   Lalu lintas Padat, Traffic Light Dibiarkan Rusak

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *