SuaraBanyuurip.com -Â Ali Musthofa
Blora – Anak perusahaan ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI), Mobil Cepu Limited (MCL) menegaskan, jika Sumur Minyak Pilang di Desa Nglandeyan, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bukan masuk wilayah kerjanya. Karena itu MCL mengaku tidak pernah mensosialisasikan rencana eksplorasi sumur tersebut.
“Wilayah tersebut yang dimaksud bukan wilayah kerja kami,” kata Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya kepada suarabanyuurip.com melalui short massage servis (SMS), Kamis (27/6/2013).
Padahal, sebelumnya, Kepala Desa Nglandeyan, Mulyana, mengatakan, Tim MCL telah melakukan sosialisasi rencana pemboran Sumur Pilang pada 2010. Bahkan telah memberikan dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan memberitahukan jika Lapangan Pilang memiliki potensi minyak cukup besar.
Namun, sejak pasca sosialisasi itu, MCL tak memberikan kepastian tentang rencana lanjutan kegiatan di Sumur Pilang. Kondisi inilah yang menjadikan masyarakat Nglandeyan menggantungkan harapan kepada MCL untuk segera menindaklanjuti pengembangan Sumur Pilang.
Tapi pernyataan Kepala Desa Mulyana itu dibantah Rexy. Bahkan ketika dikonfimasi, jika Kepala Desa Nglandeyan menyebut namanya dan Sugiyanto yang melakukan sosialisasi Sumur Pilang pada tiga tahun lalu, Rexy menampiknya.
“Tidak benar sama sekali, saya tidak kenal dengan yang bersangkutan dan baru pertama kali mendengar nama wilayah tersebut dari anda,” kelit Rexy.
Mantan jurnalis salah satu media nasional itu juga menegaskan tidak mengetahui tim MCL yang dimaksud oleh Kepala Desa Nglandeyan. “Karena wilayah tersebut bukan merupakan wilayah kami, Mas. Kami memang memiliki wilayah eksplorasi di daerah Blora, namun didaerah Gianti,” sambungnya.
Terpisah, Kades Nglandeyan, Mulyana ketika dihubungi dalam waktu hampir bersamaan kembali menegaskan bahwa tim yang datang tiga tahun silam untuk mensosialisasikan pemboran Sumur Pilang adalah Tim dari MCL.
“Iya betul,” jawab Mulyana.
Bahkan untuk memastikan bila tim tersebut adalah tim dari MCL, Mulyana mengirimkan nomer handphone salah satu tim MCL yang dia hubungi untuk meminta kejelasan perkembangan Sumur Pilang. Nomor tersebut dikirimkan kepada suarabanyuurip melalui SMS.
“Ini mas nomernya, 08121603xxx,” tulis Mulyana via SMS.
Nomor yang dikirimkan Mulyana ini sama persis dengan nomor yang digunakan Rexy Mawardijaya untuk menjawab pertanyaan suarabanyuurip via SMS.
Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meminta MCL untuk memberikan klarifikasinya dan memastikan terkait rencana pemboran Sumur Pilang agar masyarakat tidak resah. Karena SKK Migas mengaku rencana kegiatan pemboran di Sumur Pilang tidak ada dan tidak masuk dalam work program and budget (WP&B) 2013 atau rencana tahun 2014. (ali)