Operasi Pasar Belum Atasi Mahalnya LPG

SuaraBanyuurip.com – Totok Martono

Lamongan – Operasi pasar LPG ukuran 3 kilogram (Kg) yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur belum mampu mengatasi mahalnya bahan bakar rumah tangga di wilayah tersebut. Harga LPG ukuran 3 Kg pertambungnya masih berada dikisaran Rp16 ribu – Rp17 ribu. Harga ini jauh diatas harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp13 ribu per tabungnya.

Dari penelusuran Suarabanyuurip.com, harga LPG eceran ukuran 3 Kg di wilayah Lamongan senilai Rp16.000-Rp17.000. Seperti di wilah Kecamatan Turi, Sukodadi, Pucuk dan Babat. Para penjual mengaku mahalnya harga LPG 3 kg karena stok dari pertamina yang terbatas.

Padahal beberapa waktu lalu, Pemkab Lamongan melalui Bagian Perekonomian sudah melakukan operasi pasar LPG ukuran 3 Kg dibeberapa wilayah kecamatan. Seperti enam kali operasi pasar di Kecamatan Paciran dan Glagah. Setiap operasi pasar digelontorkan 700 tabung LPG 3 kg.

“Kebutuhan LPG di dua kecamatan itu sangat besar dibanding wilayah lain,” kata Kasubag Pertambangan dan Energi Bagian Perekonomian Pemkab Lamongan M. Anwar kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (28/6/2013).

Baca Juga :   Puncak Arus Balik Lebaran di Terminal Rajekwesi Bojonegoro Diprediksi 5 April

Anwar mengaku tidak tahu benar tingginya harga LPG3 kg dilapangan. Hal ini dikarenakan tidak adanya laporan dari staf perekonomian dikecamatan. Karena itu dia meminta agar pihak kecamatan mengajukan permohonan ke bagian perekonomian.

“Dari laporan tersebut kami akan mengusulkan ke Pertamina agar dilakukan operasi pasar. Pelaksana operasi pasar adalah Pertamina. Kami hanya mengusulkan dan mendampingi,” papar Anwar.

Selain mengusulkan operasi pasar, sebelumnya bagian perekonomian Pemkab Lamongan telah mengajukan penambahan kuota LPG ukuran 3 Kg ke Pertamina sebanyak 41 ribu tabung. Dengan penambahan itu diharapkan dapat mengatasi kelangkaan LPG ukuran 3 kg yang terjadi di Bumi Sunan Drajat itu.

“Kelangkaan ini bukan semata pembatasan stok elpiji di Lamongan, namun juga meningkatnya pemakaian elpiji akibat tumbuhnya usaha mikro,” pungkas Anwar. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *