SuaraBanyuurip.com -Â Ali Musthofa
Blora – Petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mulai cemas tidak bisa mendapatkan pupuk dengan mudah untuk tanaman mereka yang saat ini mulai waktunya pemupukan. Sebab jatah pupuk di wilayah setempat untuk tahun 2014 ini mengalami penurunan dari tahun kemarin.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Blora, Rudatiningsih, mengatakan, kuota pupuk ditentukan oleh pemerintah pusat dan tahun ini menurun hingga 15 persen. Namun demikian, dirinya mengaku tidak mengetahui alasan turunnya kuota tersebut.
“Karena bukan hanya Blora yang turun, namun semua kabupaten di Jawa Tengah alami penurunan kuota jatah pupuk,” katanya.
Dia menerangkan, untuk tahun 2014 ini kuota pupuk urea untuk Blora sebanyak 37.226 ton, pupuk ZA 6.539 ton, SP-36 sebanyak 8.980 ton serta NPK sebanyak 18.157 ton dan pertroganik 8.427 ton.
“Sedangkan tahun lalu, kuotanya pupuk urea untuk Blora mencapai 46.000 ton, pupuk ZA 8.700 ton, pupuk SP-36 sebanyak 2.445 ton, pupuk NPK alokasi 22.100 ton dan pupuk petroganik sebanyak 10.000,” sebutnya.
Menurut Rudatingsih, penurunan kuota ini dipastikan akan berpengaruh terhadap ketersedian kebutuhan pupuk bagi petani Blora.
“Karena luasan pertanian yang membutuhkan pupuk itu tidak sebanding dengan kuota jatah pupuk yang diberikan,” tambahnya.
Namun demikian, Rudatiningsih berharap petani Blora tidak resah terlebih dahulu. Karena pemerintah akan tetap berusaha semaksimal mungkin agar ketersediaan pupuk di Blora bisa dipenuhi.
“Karena seperti tahun-tahun sebelumnya, ditengah tahun pasti ada rapat koordinasi dan evaluasi. Jadi bila nantinya, kuota itu ternyata masih kurang dan tingkat kebutuhan pupuk masih tinggi akan diajukan penambahan kuota lagi,” jelasnya. (ali)