SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Satu persatu permasalahan pengerjaan pabrik gas oleh PT. Bojonegoro Bangkit Sarana (BBS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur mulai bermunculan. Setelah sebelumnya subkontraktor yang terlibat dalam pekerjaan itu belum dibayar hingga sekarang, PT. Inter Media Energi (IME), mitra yang digandeng BBS, belum juga merealisasikan pemasangan traffic lihgt dan warning light di jalan sekitar lokasi pabrik seperti yang diamanatkan dalam analisa dampak lalu lintas (Andalalin)
Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub)Kabupaten Bojonegoro, Moh Chosim, mengungkapkan, pihaknya telah melayangkan surat peringatan kepada PT BBS karena telah melanggar salah satu ketentuan didalam dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Andalalin) yang seharusnya sudah dikerjakan saat ini. “Ketentuan itu adalah pemasangan traffic light dan warning light di jalan sekitar lokasi proyek,”tegasnya.
Surat yang dikirimkan Dishub itu merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya Dishub telah mengirimkan surat panggilan kepada PT.IME, mitra PT BBS, yang mempunyai kewajiban memasang rambu-rambu lalu lintas sesuai Dokumen Andalalin yang sudah disepakati bersama.
“Katanya sudah disiapkan semua peralatannya, tapi mana belum ada koordinasi lagi sama kami,” ujar Chosim, mengungkapkan.
Surat peringatan itu dikirimkan Dishub kepada BBS. Dalam surat itu BBS diminta bertindak tegas atas kelalaian PT IME dan ketidak patuhan terhadap peraturan. Karena didalam dokumen Andalalin tertulis dengan jelas jika pemasangan traffic light dan warning light itu harus terpasang pada pra konstruksi, pelaksanaan kontruksi dan pasca konstruksi.
“Tapi ini proyek sudah jalan, banyak kendaraan proyek keluar masuk namun belum juga dipasang,” tanda Chosim.
Dia mengungkapkan, PT BBS berulangkali ingkar janji karena sebelumnya mengatakan jika akan melakukan pemasangan tapi hingga kini belum juga dilaksanakan. Pemasangan alat pengatur lalu lintas itu tidak asal-asalan karena harus diatur terlebih dahulu dan disesuaikan dengan hasil kajian Andalalin. (rien)