SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan- Hingga pukul 20.00 WIB ratusan warga masih berdesak-desakan di Kantor Desa Moropelang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur untuk mendapatkan dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), Sabtu (29/6/2013). Diperkirakan pembagian dana BLSM baru akan tuntas hingga pukul 23.00 WIB.
Berlarutnya pembagian dana BLSM hari pertama di Kecamatan Babat ini dikarenakan tidak sesuai jadwal. Sesuai jadwal yang diumumkan kepada warga, pengambilan dana sebagai ganti kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) itu dimulai pada pukul 14.00 WIB, namun molor dan dimulai pukul 16.00 WIB. Ratusan warga dari 3 desa yakni Desa Moropelang, Tritunggal dan Balandono sudah berjubel memenuhi kantor desa hingga jalan raya seblum petugas Kantor Pos datang.
Akibatnya, saat petugas mulai membagikan BLSM ratusan warga yang sudah menunggu merasa kelelahan dan saling berebutan untuk didahulukan. Semula perangkat desa dan seorang polisi masih bisa menertibkan warga, namun sekira pukul 17.30 WIB menjelang magrib, warga benar-benar kehilangan kesabaran. Mereka berebut merangsek maju kedepan untuk segera mendapatkan uang BLSM.
Aksi dorong-dorongan antara warga dan perangkat sempat terjadi. Perangkat desa harus berteriak berulangkali agar warga bersabar antri.
“Kalau semua mau masuk malah ndak bisa melayani,” teriak beberapa perangkat desa.
Aksi saling dorong sesaat berhenti. Namun tak lama kemudian warga kembali merangsek ingin cepat dilayani. Perangkat Desa Moropelang dan petugas tidak bisa bertindak keras mengingat mereka yang berdesak-desakan antri BLSM adalah wanita dan sebagian adalah berusia lanjut.
Suasana makin panas. Karena pada pukul 19.00 WIB baru warga Desa Moropelang yang terlayani. Sedang warga dua desa lainnya yakni Desa Tritunggal dan Balandono masih berjubel menunggu giliran. Kondisi itu memunculkan penilaian miring dari pihak keamanan. Pihak kantor pos dituding tidak profesional.
“Seharusnya kantor pos bisa mengantisipasi kondisi ini dengan menyiapkan tenaga lebih banyak. Masak melayani hampir seribu warga cuma ada 3 petugas,” keluh salah satu anggota polisi yang bertugas berjaga di Balai Desa Moropeleng, Muntari.
Senada juga disampaikan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Babat, Khasmin. Dia juga mengeluhkan amburadulnya pembagian BLSM di Desa Moropelang tersebut.
“Kuncinya hanya di kantor Pos. Seharusnya petugasnya ditambah tidak hanya tiga orang. Karena petugas keamanan hanya sebatas mendampingi,” sergah Khasmin.
Untuk memudahkan pengambilan dana BLSM pihak Pemerintah Desa Moropelang telah menyiapkan ruangan tengah bagi petugas kantor pos dan panitia. Sementara penerima dana BLSM menunggu di pendopo kantor desa. Antara dua ruang tersebut disekat meja panjang. Bagi warga yang sudah menerima dana BLSM bisa langsung keluar lewat pintu belakang kantor desa. Diharapkan dengan pengaturan ini dapat lebih memperlancar pembagian dana BLSM. (tok)