Dana BLSM untuk Kebutuhan Konsumtif

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang diterima warga Lamongan, Jawa Timur tidak dimanfaatkan secara bijak. Banyak diantara warga setelah menerima langsung menyerbu warung makan dan berbelanja di Pasar Babat, Minggu (30/6/2013).

Seperti yang terlihat usai penerimaan BLSM di Kelurahan Babat. Usai mengantri, warga rumah tangga sasaran penerima BLSM langsung memilih menggunakan uangnya untuk kebutuhan konsumtif. Mereka menyerbu warung makan di sekitar kelurahan. Bahkan tak jarang mereka banyak yang memesan untuk dibungkus dibawa pulang.

Rata-rata mereka membayar makanan dengan uang pecahan ratusan ribu yang baru didapat dari BLSM. Hal itu menjadikan pemilik warung kesulitan mencari uang kembalian.

“Sejak pagi tadi yang marung uangnya besar semua mas. Jadi sulit mencari kembaliannya,” ujar Muazizah, salah satu pemilik depot bakso di utara kantor kelurahan Babat.

Beberapa warga yang marung bakso mengaku makan diwarung makan mumpung punya uang banyak. “Mumpung dapat uang mas. Ndak setiap hari bisa makan di warung,” timpal Sumiyati yang mengaku tinggal di Gang sawo.

Baca Juga :   Jalan Dusun Ring Satu Blok Cepu Memprihatinkan, Warga Berharap Perbaikan

Sumiayati mengaku, merasa tidak eman membelanjakan uang Rp30 ribu untuk beli bakso dan rawon  karena mendapat uang BLSM Rp300 ribu. Uang tersebut merupakan kucuran dana BLSM untuk bulan Juni-Juli.

Selain menyerbu warung makan, cukup banyak warga yang berbelanja di Pasar Baru Babat. Barang yang banyak dibeli diantaranya yaitu pakaian, perkakas dapur dan mainan anak.

“ Saya sudah janji pada anak untuk membelikan mainan mobil-mobilan. Sekarang pas punya uang jadi langsung saya belikan,” ungkap Nunuk, Warga Banaran sambil menunjukkan mainan elektrik yang dibelinya seharga Rp 60 ribu. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *