SuaraBanyuurip.com -Â Totok martono
Lamongan – Ada yang menarik di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Raya Sidogembul, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Petugas operator yang melayani pembelian bensin adalah wanita muda yang rata-rata berparas cantik.
Menurut pengawas SPBU Sidogembul, Soleh, ada 10 karyawati yang bertugas sebagai operator pengisian bensin. Rata-rata mereka berusia 25-30 tahun. Para kaum hawa itu bekerja dengan jadwal ship-shipan.
“Sehari jam kerjanya 8 jam. Bergiliran masing-masing 3 orang setiap ship,” kata Sholeh, Minggu (30/6/2013).
Walau perempuan kesigapan dan ketangguhan mereka tidak perlu diragukan. Para operator cewek tersebut selalu cekatan melayani pembeli baik sepeda motor, mobil maupun truk tronton.
“Bahkan saat pembeli berjubel seperti saat menjelang kenaikan BBM lalu mereka cukup tangguh bekerja terus tanpa istirahat,” ucap Sholeh, mengungkapkan.
Dibanding dengan karyawan lelaki, operator perempuan ini memiliki kelebihan sendiri yaitu lebih sabar dan lembut melayani pembeli. “Ini salah satu cara kita menarik para pembeli,” pungkas dia.
Para operator perempuan tersebut telah bekerja mulai awal SPBU berdiri sekitar tahun 2009 lalu. Mereka mendapatkan gaji sesuai dengan UMK Lamongan yaitu Rp1075.000 dan juga memperoleh cuti hamil dan melahirkan.
“Enak kerja di POM mas, daripada kerja di pabrik. Selain dekat rumah, kerjanya juga ringan,” kata salah satu operator, Nunik.
Bagi Nunik dan operator cewek lainnya yang tidak enak bekerja di sSPBU yaitu sering digoda para pembeli. “Yang penting gak usah ditanggapi dan tetap sopan melayani pembeli,” tandas Nunik sambil tersenyum manis. (tok)