Inilah Skenario Pembuangan CO2 Gas Cepu

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Pengembangan proyek Gas Cepu dari lapangan unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) dan terintegrasi Lapangan Cendana di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur membutuhkan skenario yang ramah lingkungan. Karena diperkirakan proyek tersebut terdapat 30 % CO2 yang terkandung dalam perut bumi selain gas alam.

Kepala Operasi SKK Migas Jabamanusa, Kosario MK, menjelaskan, disaat produksi tiga lapangan dilakukan akan ada pengotor yang harus dipisahkan. Karena cadangan gas yang ditemukan tidaklah murni gas alam.

“Bisa berupa H2S atau juga CO2,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Rabu (3/7/2013).

Sehingga gas pengotor itu harus disisihkan dari gas alam yang akan dijual ke pelanggan. “Dan diolah lebih lanjut supaya tidak membahayakan lingkungan sekitarnya,” papar Kosario.

Sedangkan, gas CO2 yang sudah dipisahkan dari gas alam, lanjut dia, dapat dilepas ke alam atau atmosfer yang kemudian akan diserap tumbuhan di siang hari untuk proses fotosintesis. Namun demikian hal itu justru akan meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim.

Baca Juga :   DPRD Bojonegoro Minta Pengeboran Tujuh Sumur Infill Clastic Banyu Urip Dipercepat

“Karena itu pembuangan gas CO2 harus diimbangi kemampuan penyerapannya oleh tumbuhan,” papar Kasario.

Hanya saja, untuk di lapangan JTB dinilai masih kurang untuk penyerapan gas tersebut. “Terkait skala operasi lapangan Tiung Biru, dibutuhkan cakupan luas tumbuhan seluas Kabupaten Bojonegoro untuk menyerap gas yang dilepas ke udara, karena itu butuh skenario operasi yg lebih ramah lingkungan,” tandasnya.

Menurut Kasario, dari sisi bisnis perminyakan, lapangan Tiung Biru dapat diproduksikan dengan lebih ramah lingkungan dengan cara menginjeksikan gas CO2 kembali ke perut bumi. Karena itu injeksi tersebut rencananya akan diarahkan ke Lapangan Cendana lantaran dianggap lebih memiliki cadangan yang lebih kecil.

Karena pertimbangan ini pula yang menjadi alasan Lapangan Cendana akan dioperasikan lebih awal dari unitisasi Lapangan JTB. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *