SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Lumpur bekas roda mobil pengangkut alat berat proyek engineering, procurement and constructions (EPC) – 2 Banyuurip, Blok Cepu yang tertinggal di sepanjang jalan Bojonegoro – Nganjuk, tepatnya di Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur membawa korban, Rabu (3/7/2013). Salah satu pengendara mengalami kecelakaan akibat terpleset lumpur yang berada di badan jalan. Beruntung pengendara motor tidak sampai meninggal dunia.
“Tadi pagi seorang pengendara kecelekaan disini karena jalannya licin akibat ada tanah yang terbawa truk proyek pipa,†kata penjual mie ayam dekat lokasi proyek pipanisasi EPC 2 yang enggan disebut namanya.
Hanya saja wanita berjilbab itu mengaku, tak mengetahui persis identitas pengendara yang jatuh akibat terpeleset lumpur yang tertinggal dibadan jalan.
“Tidak tahu namanya, mas. Tapi tadi sempat ditolong warga dan pekerja. Terus dia melanjutkan perjalanan lagi,†ujar dia.
Dia mengungkapkan, Â kendaraan besar pengangkut alat berat untuk proyek pipanisasi itu kerap meninggalkan lumpur di badan jalan. Lumpur itu terbawa roda kendaraan dan tertinggal di badan jalan.
“Kalau hujan seperti ini ya bahaya, Mas. Jalan menjadi licin,†tegasnya.
Dari pantuan, beberapa truk trailer keluar masuk lokasi proyek pipa di wilayah Desa Sumbertlase untuk mengangkut sejumlah alat berat pipa minyak Blok Cepu yang dikerjakan PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – Kelsri. Roda kendaraan itu meninggal lumpur di sepanjang badan jalan. Sejumlah pekerja dibantu flagman (manusia bendera) membersihkan  lumpur-lumpur di badan jalan. (rien)