Pemkab dan DPRD Masalahkan Patung di KSB Tuban

Raih rekor MUI

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Setelah patung Kongco Kwan Sing Tee Koen di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban diresmikan oleh ketua MPR RI, Zulkifli, beberapa waktu lalu dan meraih rekor MURI, kini giliran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Tuban, Jawa Timur, mempermasalahkannya. Patung sesembahan setinggi 30,5 meter ini, justru diklaim belum mengurus izin pendirian.

“Sampai sekarang kami belum pernah menerima izin pendirian patung di klenteng Kwan Sing Bio (KSB),” ujar Ketua DPRD Tuban, Miyadi, kepada suarabanyuurip.com, di gedung dewan, Senin (31/7/2017).

Politisi PKB Tuban ini menilai, ada permainan dari pengelola klenteng. Sebelumnya memang pernah mengajukan pendirian pagoda di tengah laut, tapi ditolak pemda karena melanggar regulasi.

Sedangkan berdirinya patung terbesar di Asia Tenggara ini, belum mengajukan izin. Secara otomatis patung sesembahan itu dapat dikatakan ilegal.

Klaim ini langsung ditepis oleh Ketua umum Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) KSB Tuban, Gunawan Putra Irawan. Sejak bulan Maret 2016, pihaknya telah mengajukan izin ke pemkab dan disetujui. Kalau pun kini izinnya digugat, itu aneh dan atas dasar apa.

“Kami selalu mematuhi hukum dan tunduk pada aturan pemerintah,” sergah Gunawan.

Pria humoris ini tidak bakal berani membangun apapun tanpa izin pemda. Setelah izin rampung, baru pada bulan September 2016 patung mulai dibangun. Awal bulan Juni 2017 bangunan patung rampung, dan bulan Juli diresmikan.

Baca Juga :   Kades Sawir Ditetapkan Tersangka Korupsi

Soal belum beresnya perizinan patung Kongco Kwan Sing Tee Koen, Miyadi tak mentoleransinya. Dalam waktu dekat, komisi A bakal ditugaskan untuk melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke klenteng di Jalan RE Martadinata Tuban tersebut.

“Komisi A akan komunikasi dengan pengurus KSB supaya cepat menyelesaikan izin,” tegasnya.

Miyadi tak ingin soal perizinan patung, memantik api kisruh di internal umat. Oleh karena itu, persoalan ini bakal dibicarakan dengan stake holder terkait termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tuban. Apabila tidak ada solusi, tentu langkah terakhir bangunan itu harus dibongkar.

“Kalau Komisi A Sidak kami sambut dengan baik,” sambung Gunawan menyakinkan.

Beberapa waktu lalu, Gunawan juga telah berkoordinasi dengan Komisi A perihal polemik kepengurusan klenteng. Pada waktu itu, pemkab tidak ingin ada kepengurusan ganda dalam sebuah organisasi.

Lebih dari itu, berdirinya patung di klenteng menghadap laut utara tersebut telah menarik perhatian wisatawan lokal dan luar Tuban. Perhari rata-rata ada 300 pengunjung yang ingin melihatnya kemudian berfoto selfi.

Dilihat dari dampak ekonomi, keberadaan patung Kongco Kwan Sing Tee Koen telah mendongkrak pendapatan masyarakat sekitar. Dinas Perindustrian Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) juga mengakui hal itu.

Baca Juga :   Harga Tembakau di Bojonegoro Terus Naik, Helmy Elizabeth : Di Kecamatan Kedungadem dan Kepohbaru Capai Rp45.000/Kg

“TITD KSB menjadi tujuan berlibur setelah makam Sunan Bonang dan Asmoroqondi,” tegasnya.

Pengurus klenteng merasa bangunan patung terbesar di Indonesia ini tak mengganggu publik. Bangunannya berada di dalam klenteng, dan tidak terlihat dari jalan Pantura.

Kalau info di medsos dua hari ini sudah salah kaprah karena menyebut dewa perang berdiri di Alun-alun. Diharapkan masyarakat Tuban tak mudah terprovokasi, karena patung itu hanya untuk sesembahan dan tak ada maksud lain.

“Awalnya patung kongco tinginya hanya belasan centimeter dan kini dibuat lebih besar saja,” tambahnya.

Menyikapi perizinan patung Kongco, Wabup Tuban, Noor Nahar Hussein, membenarkan pernyataan ketua dewan Miyadi. Dalam waktu dekat, pihaknya bakal memberikan teguran keras kepada pengurus TITD KSB.

Beredarnya foto patung kongco di medsos akhir-akhir ini sangat disesalkan. Seolah bangunan itu berdiri di tengah lapangan dan fasilitas publik, padahal realitanya berada di dalam klenteng.

“Kami akan meluruskan hal ini supaya Tuban tetap damai dan tidak mudah diprovokasi,” pungkasnya.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *