SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Sejumlah mahasiswa dari Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Stitma, Kabupaten Tuban, Jawa Timur melakukan unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban, di Jalan RA Kartini, Kamis (4/7/2013). Mereka menuntut agar Kejari tidak tebang pilih dalam penegakkan hukum di wilayahnya.
Dalam aksinya massa membawa sejumlah poster yang diantaranya bertuliskan Tegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih, Jangan Biarkan Napi Berkeliaran, dan sejumlah poster lain.
Selain itu mereka juga melakukan orasi secara bergantian di depan Kantor Kejari. Bahkan beberapa mahasiswa lain terlihat menenteng bendera dan menutup mulut dengan lakban.
“Kami minta hukum ditegakkan tanpa tebang pilih,†kata Ketua PK PMII Stitma, Fatkurrohman, berorasi dihalaman gedung Kejari Tuban.
Mahasiswa menganggap, Kejari cenderung lelet dan lamban dalam menangani kasus yang melibatkan beberapa pejabat birokasi maupun hal yang berkaitan dengan kepemerintahan.
“Contohnya adalah pembangunan salah satu SMA di Senori yang tidak sesuai, serta masih banyak orang yang ditetapkan sebagai tersangka tapi masih berkeliaran diluar,†kata Fatkhur, mengungkapkan.
Untuk itu mereka mendesak kepada kejaksaan untuk serius dalam menangani kasus-kasus yang ada di Kabupaten Tuban agar supremasi hukum bisa dilakukan tanpa pandang bulu.
Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Tuban, Budhi Raharto, saat menemui mahasiswa, mengatakan, beberapa kasus memang masih memerlukan waktu. Karena adanya proses penyidikan dan penyitaan. Selain itu pihaknya juga membuka pintu bagi siapa saja yang ingin melapor.
“Kami senang dengan masukannya, namun kasus apa yang tebang pilih. Tolong tunjukkan langsung jadi bisa dikoreksi,†kata Budhi bertanya kepada para mahasiswa.
Meski demikian dia menegaskan, Kejari selalu mendukung upaya penegakkan keadilan yang diteriakkan mahasiswa.
Aksi berakhir, setelah mahasiswa mendapat penjelasan dari Budi Raharto, dan mendengarkan pernyataan Budhi mengenai komitmen untuk penegakkan hukum di Tuban.(edp)