SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Operator Minyak dan Gas Bumi (Migas), Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) menjanjikan pertemuan rutin dua seminggu sekali dengan warga Desa Sumber, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Diskusi itu dilakukan untuk mengetahui keluhan warga sekitar lokasi pengeboran dan mencari pemecahan masalah yang terjadi.
“Kita berjanji akan lakukan pertemuan dengan warga dua minggu sekali,†kata Field Admin Superintendant JOB PPEJ, Basyid Sarwani, saat berada di Balai Desa Sumber, Jum’at (5/7/2013).
Dia katakan, dengan pertemuan itu diharapkan warga bisa menyampaikan uneg-unegnya langsung kepada perusahaan. Serta untuk menghindari kesalah pahaman antara warga dengan perusahaan.
Selain itu dalam diskusi itu, lanjut Basyid, JOB PPEJ juga akan mengundang beberapa pihak maupun instansi yang terkait. Seperti Bappeda dan Badan Lingkungan Hidup (BLH). Supaya bisa duduk bersama dan mendiskusikan keluhan warga sekitar sumur Sumber.
“Dengan pertemuan ini kami harap tidak ada kesalah pahaman antara perusahaan dengan warga,†masih kata Basyid dihadapan warga.
Menanggapi itu, Camat Merakurak, Sugeng Winarno, mendukung upaya JOBP-PEJ untuk melakukan pertemuan rutin dengan warga. Sehingga diharapkan ada solusi yang bisa dipecahkan bersama.
“Harapannya semua masalah bisa dipecahkan bersama,†kata Sugeng.
Sebelumnya, warga Desa Sumber, Kecamatan Merakurak, Tuban, melakukan protes kepada JOB PPEJ. Salah satu alasannya, mereka merasa tidak pernah diajak berbicara mengenai adanya pengeboran sumur yang berjarak hanya 200 meter dari pemukiman. Meski wilayah pemboran tersebut secara administratif sudah masuk wilayah Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak. (edp)