Disnakertransos Minta Komitmen PEPC

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta agar operator proyek Gas Unitisasi Lapangan Jambaran-Tiung Biru (J-TB) Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) untuk komitmen dengan pelatihan tenaga terampil las dan pelatihan umum bagi warga ring 1 J-TB.

“Saya sudah capek mengingatkan, sekarang ya terserah mau dilaksanakan kapan. Hanya minta komitmennya saja,” kata Kepala Disnakertransos, Adi Witjaksono, Senin (1/8/2016) dengan nada kecewa.

Untuk mewujudkan pelatihan tersebut, Disnakertransos sudah berkomunikasi dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi (Pusdiklat Migas) Cepu, Kabupaten Blora Jawa Tengah, yang kini menjadi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Migas (PPSDM).

“Kalau PEPC minta kami yang melaksanakannya dulu ya jelas tidak bisa,” tukasnya.

Adi menceritakan, pada 2015 lalu saat memberikan pelatihan dan sertifikasi, PEPC ternyata tidak bisa membiayai langsung. Sehingga, pihaknya harus menanggungnya sendiri.

“Nilainya lumayan, Rp40 juta. Itu dari uang pribadi dan menggantinya lumayan lama hampir lima bulan lebih,” tukasnya.

Baca Juga :   Menteri Bahlil : Legalisasi Sumur Rakyat Tidak untuk Sumur Migas Baru

Dia mengungkapkan, Disnakertransos sudah berupaya sejak awal tahun ini untuk berkoordinasi dengan PEPC, namun hingga kini belum ada jawaban sama sekali. Bahkan, saat PEPC meminta surat dari Disnakertransos terlayane dengan baik.

“Mereka minta surat permohonan sudah kami buatkan, kalau difikir biar seakan-akan kami yang memintanya,” imbuhnya.

Rencananya, pelatihan tiga paket untuk 60 tenaga kerja dan 9 paket pelatihan umum berbagai keterampilan untuk 180 tenaga kerja ini akan diberikan PEPC sebagai bentuk program corporate social responsibility (CSR).

Dengan pelatihan tersebut, diharapkan masyarakat di ring 1 yang tidak terlibat langsung di J-TB masih bisa bekerja secara mandiri dengan keterampilan yang dimiliki.

Selain itu berbagai pelatihan umum dipilih untuk ibu-ibu di Kecamatan Gayam dan Tambakrejo, agar bisa melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan ekonomi bersamaan dengan pelaksanaan proyek pengembangan lapangan gas Jambaran-TBR. (Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *