SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro- Sebanyak lima rumah milik warga RT. 02, RW. 01, Kelurahan Jetak, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur nyaris roboh akibat longsornya tebing Bengawan Solo.
Lima rumah tersebut milik Slamet (60), Siti (68), Tuminah (65), Karjiman (45), dan Teguh Jiwandono (43). Rumah itu terbuat dari tembok dan papan kayu.
Menurut keterangan warga setempat, longor terjadi sekira pukul 03.00 WIB. Awalnya warga dikejutkan suara keras dari belakang rumah. Setelah dicek ternyata bangunan rumah yang saling berdekatan rubuh seiring longsornya tebing Bengawan Solo setinggi hampir 2,5 meter dengan panjang 15 meter.
Salah satu pemilik rumah, Teguh Jiwandono, mengaku, beberapa bulan lalu tebing Bengawan Solo sempat longsor dan merubuhkan bagian dapurnya. Sekarang longsor kembali merubuhkan lagi sebagian ruangan tengah rumahnya yang berdekatan dengan ruang keluarga.
“Saya takut kehilangan tempat tinggal. Karena sudah sebagian bangunan rumah saya roboh,†katanya sambil menatap reruntuhan bangunan rumahnya.
Dari pantauan SuaraBanyuurip, robohnya bangunan rumah warga akibat tanggul Bengawan Solo yang terbuat dari bronjong ambrol diterjang banjir besar pada awal tahun 2013 lalu. Untuk mengantisipasi longsor susulan yang lebih besar, beberapa warga sempat membongkar rumah mereka.
Bahkan warga juga telah melaporkan peristiwa itu kepada pihak kelurahan agar disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Namun sampai longsor susulan terjadi belum ada tindak lanjut untuk memperkuat tanggul.
“ Kami berharap ada tanggapan dari pemkab agar tidak ada korban jiwa dan warga tidak kehilangan tempat tinggal,â€harapnya.
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Amir Syahid, belum memberikan konfirmasi mengenai hal tersebut. Sent massage servis (SMS) yang dikirimkan suarabanyuurip.com belum ada balasan. (rein)