Intap Solusi Menghemat Pengeluaran

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro- Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) telah berdampak pada kenaikan harga bahan pokok terlebih di bulan ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah. Kenaikan harga sembako itu terjadi hampir di pasar tradisional di seluruh Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Sejumlah komoditi yang mengalami kenaikan harga itu diantaranya cabe rawit, daging ayam, daging sapi dan kambing, bawang merah dan bawang putih. Di pasar tradisional Bojonegoro, cabe rawit dari Rp 16.000/kg naik menjadi Rp 65.000/kg, bawang merah dari Rp 25.000/kg naik menjadi Rp 40.000/kg, bawang putih dari Rp 15.000/kg naik menjadi Rp 25.000/kg. Kemudian daging ayam kampung dari Rp 35.000/kg naik menjadi Rp 50.000/kg.

“Kenaikan harga cabe dan bawang ini dikarenakan faktor cuaca sehingga produksi menurun,padahal permintaan meningkat,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bojonegoro, Bambang Suharno.

Kenaikan harga kebutuhan pokok itu berdampak terhadap konsumen terlebih ibu-ibu rumah tangga yang menyiapkan masakan dirumah. Sebab kenaikan harga itu tidak tidak sebanding dengan pemasukan yang mereka terima dari penghasilan suami.

Baca Juga :   Olah Kenikir Jadi Keripik yang Renyah, Maftukah Mulai Kebanjiran Pesanan

Seperti yang ungkapkan Suratmi, warga Desa Campurejo Kecamatan Bojonegoro. Wanita 40 tahun itu harus pintar mengatur keuangan keluarga karena sang suami hanya bekerja sebagai sopir angkutan umum dengan penghasilan pas-pasan setiap bulannya. Selain itu, tiga anaknya harus terus sekolah meskipun kebutuhan semakin meningkat.

“Kadang saya cari tambahan dengan menerima cucian orang,” tutur Suratmi sambil menenteng belanjaan.

Terpisah, Kepala Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro, Hari Kristianto berpesan, masyarakat harus cerdas dalam menyikapi kenaikan harga sembako ini.  Salah satunya melakukan intensifikasi tanah pekarangan ( Intab ) dengan menanam tanaman seperti cabe, bawang merah, sawi, dan lainnya di tempat yang mudah digunakan seperti pot dari kaleng besar,keranjang,dan plastik.

“Dengan sistem intap ini diharapkan bisa menjadi solusi kenaikan harga bahan atau bumbu dapur,” sambung Hari.

Tidak itu saja, Pemkab Bojonegoro juga sedang menggalakkan gemar makan ikan sebagai pengganti daging sapi, daging kambing atau daging ayam yang harganya melambung tinggi. Dengan upaya ini masyarakat akan dapat lebih hemat dan mereka tetap dapat mencukupi kebutuhan gizi karena kandungan gizi dari ikan lebih baik karena mengandung protein, omega 3,dan bebas kolesterol. (rien)

Baca Juga :   Mas Teguh Apresiasi Adib Nurdiyanto, Penerima Penghargaan Upakarti Tahun 2022

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *