SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Banyaknya tanaman kenikir di halaman rumah membuat Maftukah berinisiatif untuk menjadikannya olahan camilan yang bercitarasa khas. Ia mengolah kenikir menjadi camilan keripik yang enak, gurih dan mulai diminati konsumen. Kini, dari kerja kerasnya, dalam sebulan ia bisa meraup omzet Rp 1,5 juta.Â
Maftukah, warga Desa Pilangsari Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro ini awalnya melihat kenikir memiliki harga jual yang rendah. Ia kemudian berinisiatif mengolah kenikir menjadi keripik.
“Awalnya karena banyaknya tanaman kenikir di halaman rumah dan mempunyai inisiatif membuat camilan berbahan dasar kenikir,” katanya, Senin (16/8/2021).
Proses produksi keripik kenikir menurut Maftukah cukup mudah dan tidak terlalu rumit. Yakni mulai pemetikan daun kenikir hingga pengemasan membutuhkan waktu sekitar dua jam. Dan yang terpenting bahan dasar tanaman kenikir harus selalu tersedia.
Maftukah dalam seminggu mampu memproduksi sebanyak 50 bungkus atau sekitar 2 kilogram keripik kenikir. Tentu, dengan harga jual yang relatif murah yakni Rp 10 ribu per bungkusnya dengan varian rasa original gurih dan lezat.
“Untuk pemasaran melalui online dan offline, memanfaatkan media sosial dan dititipkan ke toko-toko. Sementara masih di wilayah lokal,” jelasnya.
Keripik kenikir buatan Maftukah banyak diminati masyarakat sekitar Bojonegoro. Sebab, tanaman kenikir memiliki beragam manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.
“Meski pandemi Covid-19 penjualan keripik kenikir ini makin laris,” katanya.
Dari hasil usaha keripik kenikir ini ia dalam sebulan mampu meraup omzet sekitar Rp 1.500.000 per bulan. Meski baru setahun merintis usaha keripik kenikir. Sehingga menurut dia bisa membantu perekonomian keluarga.
“Harapan saya tentunya bisa merambah penjualan hingga luar kota,” tambahnya.(jk)