Jalan Poros Ngasem-Kalitidu Rusak Parah

Ngasem-Kalitidu

SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko

Bojonegoro – Terhitung sejak pertengahan tahun 2012 lalu kondisi jalan poros kecamatan mulai Kecamatan Kalitidu menuju Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa- Timur rusak parah.

Banyak badan jalan di sepanjang jalur menuju lokasi proyek pipa minyak dari sumur Banyuurip, Blok Cepu menuju lapangan Mudi, Blok Tuban berlobang. Kawasan ini masuk wilayah proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)-2 yang dikerjakan Konsortium PT Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT Kelsri.

Masyarakat sekitar mengharapkan kondisi jalan yang rusak itu segera mendapat perbaikan dari pemerintah. Agar, arus lau-lintas yang menuju Kalitidu-Ngasem menjadi lancar. 

Dari pantauan di lokasi menyebut, titik kerusakan jalan tersebut mulai wilayah Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu, Desa Jampet, Jelu, Bareng, Ngantru, Ngasem, dan Dukoh Kidul, Kecamatan Ngasem yang kondisinya berlubang. Kondisi ini rawan terjadinya kecelakaan.

Hal itu seperti yang disampaikan, Rasimah, Warga Desa Ngasem yang berprofesi sebagai pengusaha palawija. Dia mengaku, kondisi jalan ini sudah selayaknya untuk segera dibangun lagi.

Baca Juga :   Camat Ngasem Resmi Melantik Pj Kades Bandungrejo Bojonegoro

“Karena jalan ini merupakan jalan poros kecamatan dan jalan utama bagi warga untuk melakukan usaha, maupun kegiatan lain sudah seharusnya mendapatkan perbaikan,” kata Rasimah, Jumat (12/7/2013).

Jalan tersebut juga menjadi jalan utama yang dilalui anak-anak pulang pergi ke sekolah. Baik ke sekolahan SMAN, SMPN, Kalitidu atau sebaliknya ke SMKN, SMPN, Ngasem.

“Meski kondisi jalannya rusak, ya jalan itu tetap dilewati saja. Namun, harus dengan ektra hati-hati bila melintasinya karena rawan Kecelakaan,” tambahnya.

Senada diungkapkan Supriadi, sopir truk pengangkut material. Menurutnya, kerusakan jalan itu sudah sejak pertengahan tahun 2012 silam, selama ini hanya dilakukan perbaikan secara ringan. Yakni, pada bulan Nopember 2012 sehingga membuat kondisi jalan saat ini semakin rusak berat.

“Saya tidak mengatakan siapa yang salah, dan siapa yang benar. Yang terpenting dinas terkait segera membagun dengan baik tidak hanya pembangunan ringan saja,” ungkap pria yang mengaku warga Ngantru, Kecamatan Ngasem ketika ditemui di Desa Wotanngare. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *