SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Harga sapi di Pasar Hewan Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengalami kenaikan dikisaran Rp500.000 ribu tiap ekor. Kenaikan ini terjadi terutama pada sapi jenis Brahman atau sapi daging.
“Harga sapi bisa naik lagi saat di pertengahan puasa,” kata salah satu pedagang sapi, Jarmani (50), asal Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk.
Dia menjelaskan, permintaan sapi masih sedikit karena baru masuk awal bulan Ramadhan. Namun, permintaan itu diperkirakan akan meningkat pada pertengahan sampai akhir bulan Ramadhan.
“Sama dengan tahun lalu, kalau akhir puasa pembeli sapi baru meningkat,” imbuhnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Pasar Hewan Kota Bojonegoro, Memet, mengatakan, kenaikan harga sapi belum dibarengi dengan banyaknya stok. Populsasi ternak pada Januari-Juni 2013 mengalami penurunan.
“Perhari sapi yang masuk di pasar hewan ada 620 ekor,” ujarnya.
Dia menambahkan, jika stok sapi dipasar hewan Kota Bojonegoro sendiri bukan hanya dari warga lokal, tapi juga dari Kabupaten Tuban, Lamongan, Babat dan Nganjuk.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Tukiwan Yusa mengungkapkan, pihaknya melakukan pemantauan terhadap peredaran daging sapi di Kabupaten Bojonegoro. Pemantauan tersebut dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang tersebar diseluruh wilayah agar dalam memotong hewan sesuai aturan Islam. Sementara untuk harga tergantung mekanisme pasar, jika barang ada maka tidak ada kenaikan.
“Sekarang harga di Pasar masih stabil, sekitar Rp 80.000-85.000 tiap kilogramnya,” tandasnya.
Dia menegaskan, stok daging sapi di Bojonegoro masih aman sampai saat ini. Sehingga bisa dipastikan pada bulan ramadan dan idul fitri harga tidak ada perubahan atau kenaikan.
“Satu hari rata-rata tiap RPH memotong 10-20 ekor sapi,” tandasnya. (rien)