SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Polisi berjanji tak bakal menggunakan senjata api (senpi)untuk melakukan pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang akan dilaksanakan secara serentak, Senin (15/7/2013) besuk.
Penegasan itu disampaikan Kapolres Tuban, AKBP Ucu Kuspriyadi dalam apel kesiapan pengamaan Pilkades di Mapolres Tuban. Dia katakan, hal itu dilakukan untuk menjaga emosional warga terkait ketatnya penjagaan Pilkades diseluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Selama penjagaan proses Pilkades ini saya melarang penggunaan senjata api dalam kondisi apapun,†kata Ucu, dihadapan seribu lebih personil penjaga Pilkades dari berbagai Polres disekitar kota Tuban, Minggu (14/7/2013).
Selama proses penjagaan, Ucu meminta anggotanya wajib menggunakan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Hal ini juga yang melatar belakangi Polres tidak menggunakan gas air mata ataupun peluru karet selama pelaksanaan Pilkades berlangsung.
Apabila pendekatan itu dinyatakan gagal, anggota harus sesegera mungkin melaporkan keatasan agar permasalahan yang ada bisa segera teratasi.
“Saya yakin tanpa penggunaan senjata api, pelaksanaan Pilkades serentak bisa berjalan lancar,†tambahnya.
Diketahui, dalam proses pengamanan Pilkades serentak yang akan dilaksanakan Senin besuk, sebanyak 1.100 petugas kepolisian akan disiagakan di 276 desa yang ada di 20 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban. Mereka akan ditempatkan di 281 TPS, dengan jumlah pengamanan satu TPS dijaga dua orang petugas.
“Mereka terdiri dari berbagai satuan seperti Polres Tuban, Polres Bojonegoro, Polres Lamongan, Polres Mojokerto, Polres Jombang, serta Polda Jatim,†rinci Ucu.Â
Lainnya, polisi juga menyiagakan empat dalmas dan satu kompi brimob untuk menjaga Pilkades massal ini bisa berjalan dengan lancar. Sehingga total anggota yang bersiaga adalah 1.100 petugas keamanan.
“Kami minta anggota laporkan pengamatan selama 1 jam sekali, agar kita bisa mengetahui situasi yang berkembang,†tandasnya. (edp)